Siapkan Rp 7 Miliar untuk Bencana
Selain isu anggaran, Bupati juga menyoroti kondisi Kabupaten Kudus yang tengah menghadapi curah hujan tinggi. Ia memastikan penanganan bencana dilakukan secara terpadu dengan anggaran belanja tak terduga (BTT) yang telah disiapkan.
”Kejadian bencana langsung kita tangani dengan baik. Statusnya masih bisa ditangani, dan anggaran sekitar Rp 7 miliar kita gunakan untuk kebutuhan yang mendesak,” jelasnya.
Sam’ani memuji peran aktif desa, RT, RW, hingga Forkopimda yang bahu-membahu dalam penanganan bencana. Hal ini membuktikan semangat gotong royong masih menjadi kekuatan utama masyarakat Kudus.
Inovasi Desa di Tengah Keterbatasan
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Kudus, Famny Dwi Arfana menambahkan, peringatan Hari Desa menjadi pengingat agar desa terus berinovasi.
Jika tahun-tahun sebelumnya desa bisa gencar membangun infrastruktur fisik, tahun ini fokus mungkin akan bergeser karena pengurangan anggaran. Famny menekankan pentingnya penguatan ekonomi desa melalui:
- Optimalisasi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
- Program Ketahanan Pangan (KDMP).
- Pemberdayaan masyarakat ekonomi produktif.
“Kalau dulu desa bisa membangun infrastruktur di banyak titik, tahun ini mungkin berkurang. Tapi ini tidak boleh mengurangi semangat pelayanan publik,” tandasnya. (uma/fat)










