Kendal  

Baru Masa Tanam, Ribuan Hektare Padi di Kendal Berubah Jadi Lautan Air

Kepala DPP Kendal, Pandu Rapringat Rogojati
Kepala DPP Kendal, Pandu Rapringat Rogojati. (AGUS RIYADI/JOGLO JATENG)

Risiko Gangguan Pertumbuhan dan Tanaman Hortikultura

Pandu menjelaskan, mayoritas tanaman padi yang terendam masih berusia sangat muda. Pada fase ini, tanaman sangat rentan membusuk jika genangan air tidak segera surut dalam waktu dekat.

Tidak hanya padi, komoditas hortikultura juga turut menjadi korban cuaca ekstrem ini. Di Kecamatan Pegandon, tercatat sekitar 4 hektare lahan bawang merah ikut terendam, menambah daftar potensi kerugian petani.

Ajukan Bantuan Bibit ke Kementan

Sebagai langkah tanggap darurat, DPP Kendal bergerak cepat melakukan pendataan mendetail di lapangan. Data valid ini akan menjadi dasar pengajuan bantuan kepada pemerintah pusat guna meringankan beban petani.

“Kami akan melaporkan kondisi ini ke Kementerian Pertanian dan mengajukan bantuan bibit padi bagi petani yang lahannya terdampak,” ujar Pandu.

Hingga saat ini, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kendal terus berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan untuk memantau perkembangan surutnya air serta merumuskan langkah pemulihan pascabanjir. (ags/gih)