Refleksi 451 Tahun Pemalang, Bupati Anom Tinjau Makam Soeronatan yang Diusulkan Jadi Cagar Budaya

Bupati Pemalang Anom Widiyantoro bersama Wakil Bupati Pemalang Nurkholes saat menebar bunga ke makam tokoh Pemalang di Makam Soeronatan Masjid Agung Pemalang
TEBAR: Bupati Pemalang Anom Widiyantoro bersama Wakil Bupati Pemalang Nurkholes saat menebar bunga ke makam tokoh Pemalang di Makam Soeronatan Masjid Agung Pemalang, belum lama ini. (UFAN FAUDHIL/JOGLO JATENG)

PEMALANG, Joglo Jateng – Suasana khidmat menyelimuti area pemakaman para leluhur saat rombongan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pemalang tiba untuk melakukan ziarah rutin tahunan. Tradisi ini dilakukan oleh Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro menjelang peringatan puncak Hari Jadi Pemalang ke-451.

Kunjungan ke makam para bupati terdahulu ini bukan sekadar seremonial belaka. Bagi Pemkab Pemalang, momen ini menjadi refleksi mendalam untuk mengubah dan membangun daerah ke arah yang lebih baru tanpa melupakan akar sejarah masa lalu.

Refleksi Amanah Kepemimpinan

Bupati Anom Widiyantoro mengungkapkan kekagumannya terhadap sejarah perjuangan para bupati pendahulu saat memimpin Pemalang. Napak tilas ini menjadi pengingat baginya agar tetap menjadi pemimpin yang amanah dalam memegang jabatan.

“Ini refleksi kita (bupati dan wakil bupati) untuk menjalankan ibadah dan amanah yang diberikan masyarakat. Ke depan pasti pembangunan akan terus dilakukan untuk Pemalang,” ucapnya usai memanjatkan doa.

Anom berpesan agar seluruh elemen masyarakat turut memeriahkan pelaksanaan Hari Jadi Pemalang ke-451. Dukungan warga dinilai vital agar pemerintah dapat fokus mewujudkan visi Pemalang Bercahaya.

“Membangun dan mengubah itu tanpa harus melupakan masa lalu, pesan saya untuk Pemkab Pemalang,” tambahnya.

Makam Soeronatan Diusulkan Jadi Cagar Budaya

Sementara itu, Pengurus Yayasan Soeronatan, Nur Ali menjelaskan nilai historis tinggi dari kompleks pemakaman tersebut. Pesarean Soeronatan diketahui telah dipergunakan kurang lebih sejak tahun 1825 sebagai tempat peristirahatan terakhir para bupati beserta keluarganya.

Melihat nilai sejarahnya, pihak yayasan tahun ini tengah berproses mengajukan status kawasan tersebut kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikpora).

“Saat ini berproses agar Makam Soeronatan, tempat mendiang para bupati beristirahat dijadikan cagar budaya setelah sebelumnya rumah dinas dan pendopo bupati Dalem Notonegoro,” jelas Nur Ali.

Langkah pelestarian ini diharapkan dapat menjaga warisan sejarah kepemimpinan di Pemalang agar terus diketahui oleh generasi mendatang. (fan/sam)