PEMALANG, Joglo Jateng – Kehadiran gedung baru Perpustakaan Daerah (Perpusda) Kabupaten Pemalang yang dibuka sejak Desember 2025 sukses memantik antusiasme luar biasa dari masyarakat. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dinperpuska) setempat mencatat lonjakan jumlah pengunjung yang drastis hingga mencapai 1.000 persen pada awal tahun ini.
Tingginya minat baca dan wisata edukasi warga ini tak lepas dari wajah baru perpustakaan yang lebih modern. Fasilitas yang lengkap, mulai dari ruang teater menyerupai bioskop hingga area bermain anak, menjadikan Perpusda Pemalang kini sebagai destinasi favorit baru bagi pelajar hingga keluarga.
Data Lonjakan Pengunjung
Kepala Bidang (Kabid) Perpustakaan Dinperpuska Pemalang, Edi Sutriyono mengungkapkan data perbandingan yang mencolok. Jika pada Desember 2025 jumlah pengunjung hanya tercatat 296 orang, angka tersebut melesat tajam pada bulan berikutnya.
“Perbandingannya ada 2.495 pengunjung dengan Desember tahun lalu. Total kurang lebih ada 2.791 pengunjung di Januari 2026. Apalagi ini ada fasilitas baru, masyarakat jadi makin antusias,” ungkap Edi, mewakili Kepala Dinperpuska Pemalang Edy Susilo Temu Raharjo, Selasa (27/1/26).
Jika dirata-rata, tingkat kunjungan harian kini mencapai sekitar 107 orang per hari. Angka ini jauh melampaui statistik rata-rata harian pada tahun-tahun sebelumnya saat masih menempati gedung lama.
Tambah Layanan Sabtu-Minggu
Merespons membludaknya pengunjung, pihak pengelola langsung mengambil kebijakan strategis dengan menambah jam operasional. Kini, masyarakat bisa mengakses layanan perpustakaan di akhir pekan.
“Alhamdulillah, kita buka jam tambahan untuk operasional layanan saat weekend (Sabtu-Minggu),” ucapnya.
Fasilitas Bioskop Edukasi
Selain koleksi buku yang lengkap, gedung baru ini menawarkan pengalaman literasi yang berbeda. Beberapa fasilitas unggulan yang menjadi daya tarik utama antara lain:
- Ruang baca yang nyaman.
- Area bermain anak (kids corner).
- Fasilitas komputer.
- Ruang teater representatif.
“Perpusda Pemalang kini memiliki ruang teater yang representatif. Selayaknya bioskop, ruang tersebut bisa digunakan oleh masyarakat sebagai media belajar terutama pelajar dan mahasiswa,” pungkasnya. (fan/sam)










