Atasi Kesenjangan Sosial, Heri Pudyatmoko Tekankan Peningkatan Kualitas SDM

DIALOG: Peserta bertanya dalam diskusi bertema “Peningkatan Kualitas SDM Sebagai Solusi Kesenjangan Sosial” yang diisi Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Heri Pudyatmoko di Kabupaten Magelang, belum lama ini. (DOK. PRIBADI/JOGLO JATENG)

MAGELANG, Joglo Jateng – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Tengah, Heri Pudyatmoko, menekankan urgensi peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) sebagai strategi utama menekan angka kesenjangan sosial. Hal ini disampaikan dalam diskusi bertema ”Peningkatan Kualitas SDM Sebagai Solusi Kesenjangan Sosial” yang digelar di Kabupaten Magelang, belum lama ini.

Menurut Heri, isu kesenjangan sosial masih menjadi tantangan serius yang harus dijawab dengan kebijakan konkret. Peningkatan kapasitas masyarakat, khususnya di sektor pendidikan, keterampilan kerja, dan pemberdayaan ekonomi, menjadi fondasi agar pemerataan kesejahteraan bisa terwujud.

”Peningkatan kualitas SDM menjadi kunci untuk mengurangi kesenjangan sosial. Dengan SDM unggul, masyarakat memiliki kesempatan lebih besar untuk meningkatkan taraf hidup,” ujar Heri dalam diskusi tersebut.

Pendidikan Vokasi dan Wirausaha

Politisi senior ini menjelaskan, definisi peningkatan kualitas SDM tidak boleh hanya terpaku pada pendidikan formal semata. Lebih dari itu, pelatihan vokasi, peningkatan keterampilan (skill) kerja, serta penguatan mental kewirausahaan masyarakat juga memegang peranan vital.

Ia menilai, program pelatihan yang adaptif dan sesuai dengan kebutuhan industri sangat diperlukan. Tujuannya agar masyarakat tidak hanya siap kerja, tetapi juga mampu bersaing secara kompetitif di pasar tenaga kerja yang semakin ketat.

”Program pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja dinilai penting agar masyarakat mampu bersaing di pasar kerja,” tambahnya.

Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Heri Pudyatmoko. (DOK. PRIBADI/JOGLO JATENG)

Sinergi Lintas Sektor

Dalam kesempatan itu, Heri juga menekankan pentingnya sinergi kolaboratif antara pemerintah, dunia usaha, lembaga pendidikan, dan masyarakat sipil. Kolaborasi ini dinilai dapat mengakselerasi kompetensi tenaga kerja sekaligus membuka peluang-peluang ekonomi baru di daerah.

Pihaknya mendorong pemerintah daerah untuk memperluas akses pendidikan berkualitas hingga ke pelosok. Selain itu, pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal harus terus digenjot.

”Dengan peningkatan kualitas SDM yang merata, diharapkan kesenjangan sosial dapat ditekan dan kesejahteraan masyarakat bisa meningkat secara berkelanjutan,” pungkasnya. (adv/gih)