JEPARA, Joglo Jateng – Dinas Koperasi, UKM, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi (Diskopukmnakertrans) Kabupaten Jepara mencatat sebanyak 28 dari total 195 Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih) hingga kini belum beroperasi. Meski secara administratif telah memenuhi syarat, puluhan koperasi tersebut masih terkendala dalam menjalankan aktivitas bisnisnya.
Kepala Diskopukmnakertrans Kabupaten Jepara, Samiadji menyebutkan bahwa dari sisi legalitas, seluruh Kopdes Merah Putih di Jepara sebenarnya sudah lengkap. Persyaratan seperti badan hukum, Nomor Induk Berusaha (NIB), hingga NPWP telah dikantongi oleh pengurus.
“Dari sisi kepengurusan dan legalitas semuanya sudah beres. Rata-rata koperasi juga sudah memiliki kegiatan usaha, meskipun masih terbatas,” ujar Samiadji kepada Joglo Jateng, Senin (2/2/26).
Terkendala Permodalan
Samiadji mengungkapkan, hambatan utama bagi koperasi yang belum aktif sepenuhnya adalah masalah permodalan. Akibat keterbatasan ini, sebagian besar koperasi yang sudah berjalan memilih bergerak di sektor layanan keuangan dasar yang minim modal.
Beberapa unit usaha yang kini mendominasi antara lain agen Laku Pandai, Pospay, dan BRILink. Jenis usaha ini dinilai paling realistis untuk dijalankan di tahap awal karena tidak membutuhkan investasi besar.
“Usaha seperti Laku Pandai itu tidak perlu modal banyak, cukup sekretariat. Karena itu, rata-rata koperasi yang sudah beroperasi saat ini bergerak di sektor tersebut,” sebutnya.
Padahal, rencana pengembangan unit usaha Kopdes Merah Putih cukup luas. Mulai dari penyediaan kantor, sembako, apotek, klinik, simpan pinjam, gudang atau cold storage, hingga kendaraan logistik. Ada pula kerja sama dengan POS Indonesia dan Bank Jateng.
Pembangunan Gerai di 114 Desa
Saat ini, fokus pemerintah daerah adalah percepatan pembangunan fisik berupa gerai dan pergudangan. Program ini merupakan bagian dari kerja sama antara Kodim 0719/Jepara dengan PT Agrinas Pangan Nusantara.
Berdasarkan laporan Kodim 0719/Jepara, proses pembangunan gerai dan gudang koperasi kini telah berjalan di 114 desa. Ke depan, setiap Kopdes Merah Putih ditargetkan memiliki fasilitas mandiri untuk menunjang unit usahanya.
“Harapannya Kopdes bisa berperan sebagai pemasok kebutuhan, termasuk untuk mendukung SPPG yang sudah ada. Mulai dari beras, minyak, tepung, telur, gas elpiji, hingga pupuk bagi petani,” tandasnya. (oka/gih)










