Kendal  

90 Persen Kedelai RI Impor dari AS, Primkopti Kendal: Rawan Krisis Tahu Tempe

Ketua Primkopti Harum Kendal, Rivai, memberikan sambutan di hadapan anggota koperasi saat RAT di Gedung MWC NU Weleri.
KETERANGAN: Ketua Primkopti Harum Kendal, Rivai saat memberikan sambutan di acara RAT Primkopti Harum Kabupaten Kendal di Gedung MWC NU Weleri, Sabtu (7/2). (AGUS RIYADI/JOGLO JATENG)

Aset Primkopti Tembus Rp 18,6 Miliar

Sementara itu, Ketua Primkopti Harum Kendal, Rivai melaporkan kinerja koperasi yang tetap solid meski di tengah tantangan bahan baku. Per 31 Desember 2025, Primkopti Harum mencatatkan performa keuangan positif:

  • Total Aset: Rp 18,6 miliar.
  • Modal Sendiri: Lebih dari Rp 4,3 miliar.
  • Sisa Hasil Usaha (SHU): Rp 285.596.931.
  • Kewajiban Jangka Panjang: Rp 2,55 miliar.

Rivai menjelaskan, koperasi yang menaungi 220 UMKM tahu tempe ini menyalurkan sekitar 600 ton kedelai per bulan.

“Selain penyediaan kedelai, koperasi juga melayani pengadaan mesin tahu, alat pemecah kedelai, serta pertokoan bahan pendukung produksi,” jelas Rivai.

Potensi Kedelai Lokal Kendal

Menanggapi keluhan pengrajin, Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari yang turut hadir, berjanji akan meneruskan aspirasi regulasi tata niaga kedelai ke pemerintah pusat.

Di sisi lain, Bupati Kartika juga mendorong pengembangan kedelai lokal. Ia menyebut beberapa wilayah di Kendal memiliki potensi lahan yang cocok untuk budidaya komoditas tersebut.

“Ada potensi lahan di wilayah Gemuh, Ringinarum, dan Kangkung untuk pengembangan kedelai lokal. Tentu ini dengan tetap mengacu pada kajian Badan Riset dan Inovasi Daerah,” tandasnya. (ags/gih/rds)