Kudus  

UMK Broadcasting Tingkatkan Skill Anggota lewat Pelatihan

PAPARAN: Pemateri dari Joglo Jateng, Syamsul Hadi tengah memaparkan materi penulisan berita dan public speaking untuk reporter dalam pelatihan Creative & Professional Broadcasting Skills yang digelar UKM UMK Broadcasting, di Ruang Seminar Gedung J Lantai 5 UMK, Sabtu (7/2). (DOK.UKM UMK BROADCASTING/JOGLO JATENG).

KUDUS, Joglo Jateng – Unit Kerja Mahasiswa (UKM) Universitas Muria Kudus (UMK) Broadcasting sukses menggelar pelatihan Creative & Professional Broadcasting Skills bagi anggota, di Ruang Seminar Gedung J Lantai 5 UMK, Sabtu (7/2/2026).

Pelatihan tersebut bertujuan untuk meningkatkan skill bagi anggota, terutama anggota baru UMK Broadcasting.

Ketua UKM UMK Broadcasting, Sofi’ana Robiul Inayah mengatakan, sebelumnya pihaknya memetakan terlebih dahulu bakat dan potensi anggota baru, setelah itu baru diadakan pelatihan.

Dengan pelatihan ini, diharapkan dapat mengenalkan dunia broadcasting kepada anggota.

“Harapannya, dengan pelatihan ini semoga dapat memperbanyak portofolio para peserta. Serta, di UMK Broadcasting ini bisa jadi batu loncatan mereka untuk terjun di dunia broadcasting,” ujarnya, belum lama ini.

Sementara itu, Kepala Divisi HRD UKM UMK Broadcasting, Mardliyya Ahmad menyampaikan, ada sebanyak 49 peserta dalam pelatihan kali ini.

Mereka merupakan anggota baru yang tergabung dalam UKM tersebut.

“Ini acara tahunan, totalnya ada 4 pelatihan. Harapannya, anggota dapat meningkatkan soft skill mereka yang tidak didapatkan di bangku perkuliahan, sehingga bisa diasah melalui kegiatan seperti ini,” terangnya.

FOTO BERSAMA: Pemateri dari Joglo Jateng, Syamsul Hadi berfoto bersama dengan peserta dan panitia usai pelatihan Creative & Professional Broadcasting Skills yang digelar UKM UMK Broadcasting, di Ruang Seminar Gedung J Lantai 5 UMK, Sabtu (7/2/2026). (DOK.UKM UMK BROADCASTING/JOGLO JATENG).

Dalam pelatihan ini, UMK Broadcasting menghadirkan pemateri dari media Joglo Jateng, Syamsul Hadi. Adapun materi yang diberikan tentang kepenulisan berita sesuai kaidah jurnalistik dan public speaking untuk reporter.

“Dalam menulis berita harus mengandung unsur 5W+1H di dalamnya. Kemudian, tentukan tema dan topik sebelum membuat berita. Saat menulis juga gunakan bahasa jurnalistik, di antaranya tidak bertele-tele atau sederhana, padat dan lugas, sesuai konteks, dan mudah dipahami masyarakat,” jelas Syamsul.

Kemudian, peserta diberikan pemahaman mengenai public speaking bagi reporter.

“Reporter harus menyampaikan berita dengan artikulasi yang jelas, intonasi tidak monoton, dan gerakan tubuh yang ekspresif,” imbuhnya.(sam).