PURWOREJO, Joglo Jateng – Sebanyak 1.071 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Purworejo memutuskan untuk mengundurkan diri dari kepesertaan bantuan sosial. Keputusan ini diambil secara sukarela lantaran mereka telah mencapai kemandirian ekonomi dan merasa tidak lagi berhak menerima bantuan pemerintah.
Momentum tersebut ditandai dalam acara Wisuda Graduasi Mandiri KPM PKH Tahun 2026 yang dihadiri langsung oleh Bupati Purworejo, Hj. Yuli Hastuti, di Pendopo Rumah Dinas Bupati, Rabu (11/2/2026). Bupati mengaku bangga atas kejujuran dan mentalitas warga yang berani melepas bantuan demi pemerataan bagi warga lain yang lebih membutuhkan.
“Wisuda ini bukanlah akhir, melainkan awal perjalanan baru menuju kehidupan yang lebih sejahtera. Keputusan Bapak dan Ibu untuk lulus secara mandiri adalah langkah mulia yang membuka kesempatan bagi keluarga lain yang masih membutuhkan,” ungkap Yuli Hastuti di hadapan ratusan perwakilan warga.
Bukti Efektivitas Pengentasan Kemiskinan
Bupati menegaskan, fenomena Graduasi Mandiri ini menjadi indikator nyata keberhasilan Penerima PKH Purworejo dalam meningkatkan taraf hidup. Program bantuan bersyarat ini dinilai efektif mendorong perubahan positif di masyarakat.
Berdasarkan data DinsosdaldukKB Purworejo, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) tahun ini mengusulkan sebanyak 1.138 KPM untuk dinyatakan lulus (graduasi). Dari jumlah tersebut, Kementerian Sosial RI menyetujui 1.071 KPM yang dinyatakan benar-benar telah mandiri.
“Keberhasilan ini adalah hasil sinergi dari kerja keras KPM, pendamping sosial, dan seluruh pihak terkait,” tambahnya.
Indikator Keluarga Sejahtera
Sementara itu, Kepala DinsosdaldukKB Purworejo, Andang Nugerahatara Sutrisno menjelaskan, Graduasi Mandiri terjadi ketika sebuah keluarga dinilai mampu memenuhi kebutuhan dasarnya secara berkelanjutan tanpa bergantung pada bantuan.
Dalam acara tersebut, sebanyak 415 perwakilan KPM dari 16 kecamatan hadir untuk menerima sertifikat kelulusan. Penghargaan juga diberikan kepada tiga pendamping sosial terbaik yang berhasil mencetak KPM mandiri terbanyak.
“Kami berharap capaian ini dapat dijaga dan ditingkatkan melalui:
- Pengembangan usaha produktif.
- Pengelolaan keuangan keluarga yang bijak.
- Peningkatan keterampilan kerja,” jelas Andang.
Kesuksesan ribuan keluarga tangguh ini diharapkan menjadi inspirasi bagi penerima manfaat lainnya untuk terus berjuang mencapai kemandirian, demi mewujudkan Purworejo yang lebih sejahtera dan berdaya saing. (mrn/sam/rds)










