‎‎MI Miftahul Ulum 02 Dorong Literasi Melalui Lomba Menulis

Siswa MI Miftahul Ulum 02 Kudus mengikuti lomba menulis dalam rangka Harlah ke-58 dan penerapan deep learning.
‎‎FOKUS: Lomba menulis siswa dan pelatihan guru yang digelar oleh Madrasah Ibtidaiyah (MI) Miftahul Ulum 02 Kudus. (ADAM NAUFALDO/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Madrasah Ibtidaiyah (MI) Miftahul Ulum 02 Kudus memulai rangkaian peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-58 dengan gebrakan baru. Tidak sekadar seremonial, madrasah ini mulai menerapkan konsep pembelajaran mendalam (deep learning) dan kurikulum berbasis cinta melalui lomba literasi siswa dan pelatihan guru.

Langkah strategis ini diambil sebagai respons cepat madrasah terhadap implementasi Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 1503 Tahun 2025. Kegiatan pembuka rangkaian Harlah ini digelar secara maraton pada Kamis (12/2/26).

Kepala MI Miftahul Ulum 02, M Solihul Huda menjelaskan, momentum Harlah tahun ini dimanfaatkan untuk membangun kesadaran guru dan siswa dalam menyikapi perubahan kebijakan pembelajaran nasional.

“Pelatihan ini bertujuan membangun kesadaran guru dalam menyikapi perubahan kebijakan, khususnya terkait deep learning dan kurikulum berbasis cinta,” ungkapnya di sela-sela kegiatan.

Bukan Menghapus Kurikulum Merdeka

Huda menegaskan, adaptasi kebijakan baru ini bukan berarti meniadakan Kurikulum Merdeka yang sudah berjalan. Justru, langkah ini bertujuan menyesuaikan pendekatan pembelajaran agar lebih tajam dalam penguatan karakter.

“Ini penyesuaian agar orientasi pendidikan lebih pada penguatan karakter, ketekunan, dan kesadaran emosional peserta didik,” tambahnya.

Dalam implementasinya, siswa diajak mengikuti lomba menulis dengan tema “Keluarga”. Siswa diminta menceritakan pengalaman nyata sehari-hari, mulai dari aktivitas di rumah hingga peran anggota keluarga mereka. Pendekatan ini dipilih untuk melatih kejujuran dan analisis siswa.