Pati  

Pemkab Pati Siapkan Rp 200 Miliar, 80 Titik Jalan Rusak Diperbaiki Maret 2026

Kondisi salah satu ruas jalan rusak di Kabupaten Pati yang masuk agenda perbaikan DPUTR tahun 2026.
KONDISI: Perbaikan jalan rusak di Kabupaten Pati, Kamis (12/2/26). (LUTHFI MAJID/JOGLO JATENG)

PATI, Joglo Jateng – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati menggelontorkan anggaran fantastis sebesar Rp 200 miliar dari APBD Murni 2026 untuk membenahi infrastruktur. Dana tersebut diproyeksikan untuk memperbaiki sekitar 80 titik kerusakan jalan yang tersebar di wilayah Bumi Mina Tani.

Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Pati, Hasto Utomo mengungkapkan, meski anggaran terlihat besar, perbaikan ini belum mampu menuntaskan seluruh “pekerjaan rumah” infrastruktur. Pasalnya, total panjang jalan yang mengalami kerusakan di Pati saat ini mencapai angka 250 kilometer.

“Secara global kondisi jalan yang tidak mantap atau mengalami kerusakan kurang lebih sepanjang 250 km,” ungkap Hasto saat ditemui di Pati, baru-baru ini.

Mulai Pengerjaan Bulan Maret

Terkait realisasi perbaikan 80 titik jalan tersebut, Hasto menjelaskan bahwa saat ini proses fisik belum dimulai. Pihaknya masih merampungkan tahap administrasi dan survei lapangan sebelum masuk ke tahap lelang.

“Ini masih proses survei dan perencanaan. Kemungkinan Maret baru bisa pemilihan penyedia jasa (lelang, Red),” terangnya.

Masyarakat diminta bersabar menunggu proses lelang selesai agar pengerjaan dapat segera dilakukan oleh kontraktor terpilih.

Baru Mengcover 100 Kilometer

Hasto merinci, anggaran Rp 200 miliar tersebut tidak hanya dialokasikan untuk pengaspalan atau pembetonan jalan semata, melainkan juga mencakup pembangunan jembatan dan pemeliharaan rutin.

Oleh karena itu, dari total 250 kilometer jalan rusak, tahun ini Pemkab Pati baru mampu menangani kurang dari separuhnya. Berikut rincian target perbaikan tahun 2026:

  • Total Kerusakan Jalan: 250 Kilometer.
  • Target Perbaikan 2026: 80 Titik (Estimasi panjang 100 Kilometer).

“Perbaikan belum mencakup secara keseluruhan jalan rusak. Dari 80 titik itu, kurang lebih baru menangani sepanjang 100 km saja,” pungkasnya. (lut/fat/rds)