Kudus  

Calon Jemaah Haji Kecamatan Bae Ikuti Tes Rockport, Uji Ketahanan Fisik Sebelum ke Tanah Suci

Sejumlah calon jemaah haji Kecamatan Bae sedang melakukan lari kecil saat tes kebugaran metode Rockport di Lapangan Desa Bacin.
TES: Beberapa peserta calon jamaah haji mengikuti tes rockport di Lapangan Desa Bacin, Kecamatan Bae pada Kamis, (12/2). (DOK. PRIBADI/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Persiapan fisik menuju Tanah Suci mulai dilakukan oleh para calon tamu Allah di Kabupaten Kudus. Sebanyak hampir 100 orang mengikuti Tes Kebugaran Calon Jemaah Haji menggunakan metode Rockport di Lapangan Desa Bacin, Kecamatan Bae, Kamis (12/2/2026).

Kegiatan ini merupakan kolaborasi strategis antara Puskesmas Bae, Puskesmas Dersalam, dan Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus. Tujuannya adalah untuk mengukur secara akurat stamina dan kesehatan jantung paru para jemaah sebelum menunaikan ibadah fisik yang berat di Arab Saudi nanti.

Berdasarkan pantauan di lokasi, dari total 136 peserta terdaftar di dua wilayah kerja puskesmas, sekitar 98 orang hadir mengikuti tes. Suasana semangat terlihat meski keringat bercucuran membasahi wajah para calon jemaah.

Metode Rockport: Jalan Cepat 1,6 Km

Petugas Tes Rockport, Rizal Muntaha menjelaskan, mekanisme pengujian dibagi menjadi dua kategori berdasarkan usia. Bagi peserta di bawah 60 tahun, mereka diwajibkan melakukan jalan cepat atau lari kecil sejauh 1.600 meter, yang setara dengan lima kali putaran lapangan.

“Sedangkan untuk peserta lansia atau di atas 60 tahun, metodenya disesuaikan. Mereka cukup berjalan kaki biasa selama enam menit untuk mengukur ketahanan fisiknya,” terang Rizal di sela-sela kegiatan.

Metode Rockport dipilih karena dinilai paling aman, mudah, dan murah. Tes ini tidak memerlukan alat medis canggih, cukup lintasan datar sejauh 1,6 kilometer, stopwatch, dan sepatu olahraga yang nyaman.

Tak Dipaksa Jika Tak Kuat

Meski bertujuan mengukur kebugaran, faktor keselamatan tetap menjadi prioritas utama. Rizal mengakui ada beberapa peserta, khususnya di kategori usia bawah 60 tahun, yang tidak sanggup menyelesaikan target lima putaran.

“Memang ada yang mengeluh capek atau sakit. Ada yang baru dua putaran sudah merasa tidak kuat, ya tidak kami paksakan berhenti. Yang penting ini sebagai tolak ukur awal kondisi fisik mereka,” ujarnya bijak.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Bae, Agung Dwi Atmo menambahkan, pembinaan kesehatan haji tahun ini dilakukan terpadu satu kecamatan agar lebih efektif. Sinergi antara Puskesmas Bae dan Dersalam diharapkan mampu memantau kondisi kesehatan jemaah secara komprehensif.

“Ibadah haji adalah ibadah fisik. Dengan hasil tes ini, nanti bisa menjadi panduan bagi jemaah untuk menyusun program latihan mandiri di rumah guna meningkatkan staminanya sebelum berangkat,” tandas Agung. (uma/rds)