PEMALANG, Joglo Jateng – Suara riuh dan suasana haru mewarnai proses distribusi santunan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Asemdoyong, Kecamatan Taman. Ratusan nelayan Pemalang terpaksa gigit jari setelah perahu yang menjadi sumber mata pencaharian mereka hancur diterjang cuaca buruk dan pendangkalan muara Kali Elon.
Merespons tragedi tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pemalang bergerak cepat menyalurkan bantuan logistik. Bantuan ini ditujukan bagi 122 nelayan yang menjadi korban langsung dari insiden kapal pecah di Pemalang yang pendataannya dilakukan hingga Selasa (17/2/2026).
Kepala Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan, dan Perikanan (Dispertanparik) Pemalang, Era Srinaeni mengungkapkan, kolaborasi pemenuhan bantuan ini dihimpun bersama Dinas Sosial dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemalang.
“Kami hadir untuk masyarakat, dengan menyalurkan bantuan logistik untuk masing-masing nelayan yang terdampak musibah ini,” ucap Era saat menilik langsung proses distribusi di TPI Asemdoyong, belum lama ini.
Rincian Evakuasi 30 Kapal Tenggelam
Berdasarkan pendataan resmi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, cuaca ekstrem di perairan muara Kali Elon mengakibatkan kerugian material yang masif. Tercatat, ada kurang lebih 30 unit kapal nelayan yang mengalami kecelakaan laut.
Proses evakuasi bangkai kapal terus dilakukan dengan rincian kondisi sebagai berikut:
- 12 Unit Kapal: Mengalami kerusakan berat akibat benturan.
- 4 Unit Kapal: Tenggelam hingga ke dasar perairan muara. Satu di antaranya telah berhasil ditarik, sementara tiga lainnya masih dalam proses penanganan.
- Sisa Kapal Lainnya: Sebagian besar telah berhasil dievakuasi ke daratan meski mengalami berbagai tingkat kerusakan.
“Hampir seluruhnya sudah berhasil dievakuasi, walaupun beberapa masih berada di dasar perairan karena terkendala kondisi cuaca dan medan. Secepatnya pasti diangkat semua agar aktivitas nelayan bisa kembali normal,” tegas Era.
Penyaluran Bantuan Pemkab Pemalang
Guna meringankan beban para korban, bantuan Pemkab Pemalang yang disalurkan difokuskan pada pemenuhan kebutuhan pokok sehari-hari. Logistik yang dibagikan kepada 122 nelayan meliputi:
- Beras sebanyak 50 kilogram.
- Minyak goreng sebanyak 122 liter.
- Mi instan sebanyak 122 karton.
Dalam proses penanganan dan pendataan korban, Dispertanparik turut menggandeng berbagai instansi lintas sektoral. Koordinasi ini melibatkan pihak desa, KUD Mina Misoyo Makmur selaku perkumpulan nelayan korban, Polairud Polres Pemalang, Pos AL Pemalang, Dinas Pekerjaan Umum (DPU), serta paguyuban nelayan Asemdoyong. (fan/sam/rds)










