PATI, Joglo Jateng – Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan gebrakan dengan menggeledah rumah pribadi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati, Riyoso, di wilayah Ngarus, Pati. Kegiatan yang berlangsung pada Jumat (27/2/2026) ini menyedot perhatian warga lantaran mendapat pengawalan super ketat dari personel Brimob bersenjata laras panjang yang bersiaga di lokasi.
Langkah tegas berupa KPK geledah rumah Kepala DPUTR Pati ini diduga kuat merupakan rentetan pengembangan dari pusaran kasus korupsi yang menjerat Bupati Pati nonaktif, Sudewo. Pantauan di lapangan, sejumlah mobil penyidik tampak sudah antre memasuki pekarangan rumah sejak siang hari.
Diketahui, bangunan megah yang disatroni lembaga antirasuah tersebut tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal Riyoso. Rumah itu juga difungsikan sebagai kantor Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) atau notaris milik sang istri.
Terseret Pusaran Kasus Sudewo
Berdasarkan rekam jejak penyidikan, nama Riyoso sejatinya sudah masuk dalam radar pemeriksaan KPK sejak beberapa hari terakhir. Mantan Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Pati itu tercatat sempat menjalani pemeriksaan maraton sebagai saksi di Mapolrestabes Semarang pada Selasa (24/2/2026) lalu.
Pemeriksaan tersebut berkaitan erat dengan penyelidikan dugaan pengondisian dan pengaturan pelaksanaan berbagai proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pati. Kuat dugaan, praktik tersebut diorkestrasi oleh kelompok khusus bentukan Sudewo yang akrab disebut sebagai Tim 8.
Rekam Jejak Korupsi Sang Bupati
Sebagai informasi, pengembangan kasus ini berakar dari penangkapan Bupati Pati nonaktif Sudewo pada bulan Januari lalu. Sang bupati terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh KPK atas kasus dugaan pemerasan massal dalam proses pengisian jabatan perangkat desa.
Dalam melancarkan aksinya, Sudewo diduga mematok tarif ratusan juta rupiah kepada setiap calon perangkat desa di berbagai wilayah kecamatan. Kasus pemerasan struktural ini praktis memicu kemarahan publik luas di Pati.
Hingga berita ini diturunkan, tim penyidik KPK masih menyisir kediaman Riyoso guna mencari dan mengamankan dokumen-dokumen penting terkait aliran dana korupsi tersebut. (hms/rds)










