KUDUS, Joglo Jateng – Pemanfaatan layanan transaksi non-tunai melalui sarana QRIS terbukti membawa dampak positif bagi sektor perhotelan di Kabupaten Kudus. Salah satunya dirasakan oleh Sapphire Boutique Hotel Kudus yang mengandalkan fasilitas digital ini sejak tahun 2023.
Keputusan manajemen hotel menggandeng Bank Rakyat Indonesia (BRI) didasari atas jangkauan pengguna yang luas. Selain itu, inovasi perbankan ini dinilai sangat membantu efisiensi waktu tamu saat melakukan proses pembayaran kamar maupun layanan lainnya.
Alasan Sapphire Boutique Hotel Kudus Pilih BRI
General Manager Sapphire Boutique Hotel Kudus, Tika Encim menjelaskan bahwa bank pelat merah tersebut memiliki basis nasabah yang merata di berbagai kalangan masyarakat.
“Sejak 2023 kami menggunakan transaksi BRI karena memudahkan customer. BRI itu bank yang merakyat dan penggunanya banyak. Selain itu, BRI juga memberikan berbagai diskon serta kerja sama merchant yang cukup menarik,” ujarnya.
Hingga saat ini, pihak manajemen mencatat sudah ada ribuan transaksi yang masuk melalui layanan perbankan tersebut. Rata-rata per hari, terdapat sekitar 20 pembayaran tamu yang diselesaikan menggunakan QRIS BRI.
“Responsnya sangat baik, terutama dari tamu lokal. Mereka merasa lebih praktis karena tidak perlu membawa uang tunai,” tambahnya.
Tika juga turut mengapresiasi bantuan perbankan terkait promosi bisnis. Pihaknya kerap mendapatkan support berupa bantuan publikasi hingga souvenir yang ikut meningkatkan daya tarik fasilitas akomodasi mereka.
Komitmen BRI Kudus Dorong Digitalisasi Usaha
Merespons hal tersebut, Kepala Cabang BRI Kudus, Yudhiarto menegaskan bahwa perusahaannya berkomitmen penuh mendukung kemajuan pelaku usaha lokal. Sektor perhotelan menjadi salah satu fokus penguatan layanan digital demi menciptakan sistem pembayaran yang aman dan cepat.
“BRI terus mendorong digitalisasi transaksi sebagai bagian dari upaya memajukan UMKM dan pelaku usaha lokal. QRIS BRI hadir untuk memberikan kemudahan, sekaligus membuka peluang peningkatan omzet bagi mitra usaha. Kolaborasi antara BRI dan pelaku usaha diharapkan mampu menciptakan ekosistem ekonomi digital yang inklusif,” terangnya. (adm/fat/rds)










