Jepara  

Menko Pangan Zulkifli Hasan Pantau Harga Bahan Pokok dan Pupuk di Jepara

Menko Pangan Zulkifli Hasan berdialog santai dengan warga dan petani di Jepara membahas ketersediaan pupuk dan harga bahan pokok jelang Lebaran.
Menteri Koordinator Pangan Zulkifli Hasan saat berdialog dengan masyarakat dalam kunjungan kerjanya di Rusus Kedungmalang, Kabupaten Jepara, Senin (9/3/2026). (LIA BAROKATUS SOLIKAH/JOGLO JATENG)

JEPARA, Joglo Jateng – Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 H, Menko Pangan Zulkifli Hasan melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Jepara pada Senin (9/3/2026). Kehadiran menteri ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan pasokan dan meninjau langsung harga bahan pokok di lapangan, yang kini menjadi perhatian utama masyarakat jelang Lebaran.

Dalam agenda padat tersebut, pria yang akrab disapa Zulhas ini didampingi langsung oleh Bupati Jepara, Witiarso Utomo. Rombongan meninjau sejumlah lokasi strategis mulai dari Desa Kaliombo, Rusus Kedungmalang, Pantai Bulakbaru, Balai Desa Petekeyan, Kantor Kecamatan Jepara, Pendopo Kartini, hingga Masjid Agung Jepara.

Saat blusukan di Desa Kaliombo, Zulhas menyempatkan diri berdialog santai dengan warga dan petani setempat. Ia mendengar langsung dinamika harga gabah di tingkat akar rumput sekaligus mengecek ketersediaan pupuk.

Menurut pengakuan warga, harga pupuk saat ini sudah relatif lebih murah dibandingkan periode sebelumnya. Merespons hal itu, Zulhas menegaskan bahwa ketepatan waktu distribusi pupuk adalah kunci utama untuk menggenjot hasil panen.

“Kalau pupuk datang tepat waktu, produksi bisa naik sekitar 8 persen,” ujarnya.

Eksekusi Arahan Presiden dan Tebar Bantuan

Kunjungan kerja ke pesisir utara Jawa Tengah ini merupakan wujud nyata dari arahan Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah pusat ingin memastikan seluruh program ketahanan pangan nasional berjalan mulus hingga ke tingkat desa.

Fokus utama pemerintah saat ini mencakup penyediaan pupuk bersubsidi yang terjangkau, pengembangan kampung nelayan, serta stabilisasi harga pangan selama bulan suci Ramadan.

“Kami diperintahkan Presiden untuk memastikan program di bidang pangan berjalan baik. Pupuk harus tersedia dengan harga lebih terjangkau, kampung nelayan terus dikembangkan, dan ketersediaan pangan selama bulan puasa hingga Lebaran harus cukup dengan harga yang tetap terjangkau,” jelas Zulhas.

Sebagai langkah konkret menopang daya beli masyarakat miskin, pemerintah membagikan bantuan sosial. Bantuan tersebut disalurkan kepada 250 penerima manfaat yang tersebar di empat titik lokasi, di mana masing-masing warga mendapatkan satu karung beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) seberat lima kilogram.

Selain urusan perut, pemerintah juga memberikan angin segar bagi warga yang hendak pulang kampung. Terdapat stimulus berupa diskon tiket kereta api dan kapal Pelni sebesar 30 persen, yang dibarengi dengan masifnya program bazar pasar murah bersubsidi.

Apresiasi dari Pemkab Jepara

Langkah proaktif pemerintah pusat ini mendapat sambutan hangat dari jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara. Bupati Jepara, Witiarso Utomo, menilai intervensi langsung dari pusat sangat krusial untuk menstabilkan roda ekonomi warganya.

“Kehadiran beliau memberikan semangat sekaligus dukungan bagi daerah untuk terus memperkuat ketahanan pangan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkas Witiarso. (oka/gih/rds)