Pemudik Wajib Tahu! Hindari Lewat Pemalang Sore hingga Malam Hari, Ini Bahaya yang Mengancam

Petugas BPBD membersihkan jalan dari ranting dan batang pohon besar yang tumbang akibat hujan deras dan angin kencang di Pemalang.
Para petugas bersiap menyingkirkan material pohon tumbang yang menutupi ruas jalan provinsi Pemalang-Bantarbolang menyusul cuaca buruk di awal Maret 2026. (UFAN FAUDHIL/JOGLO JATENG)

PEMALANG, Joglo Jateng – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pemalang mengeluarkan peringatan dini terkait ancaman cuaca buruk Pemalang selama masa arus mudik Lebaran 2026. Imbauan ini sangat krusial mengingat wilayah ini menjadi titik lelah rawan kecelakaan bagi pemudik lintas provinsi.

Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), potensi hujan lebat yang disertai angin kencang mulai mengancam keselamatan pengendara sejak Senin (9/3/2026). Kondisi cuaca ekstrem ini diprediksi akan terus berlangsung hingga awal Mei 2026 mendatang.

Menyikapi tingginya risiko kecelakaan akibat jalan licin dan potensi pohon tumbang, pemudik sangat disarankan untuk menyusun ulang jadwal perjalanan. Pagi hingga siang hari dinilai sebagai waktu paling aman bagi para pendatang untuk melintasi kawasan Pemalang.

Kepala BPBD Kabupaten Pemalang, Agus Ikmaludin, menegaskan bahwa seluruh wilayahnya masuk dalam kategori rawan bencana multi-ancaman. Ia meminta pemudik ekstra waspada saat memasuki waktu rawan hujan.

“Pemudik sangat disarankan untuk berangkat pada pagi hari atau sebelum siang, terutama yang melewati jalur selatan. Sebab hujan dan angin kencang biasanya turun di wilayah Kabupaten Pemalang mulai siang setelah zuhur hingga malam hari setelah isya,” ujar Agus.

Pemetaan Jalur Rawan Hujan Lebat

Agus memaparkan, intensitas curah hujan selama masa mudik akan bervariasi dari tingkat menengah hingga sangat tinggi. Jalur mudik Pemalang bagian selatan disebut akan menghadapi risiko cuaca yang paling ekstrem.

Wilayah dengan ancaman curah hujan sangat tinggi meliputi Kecamatan Pulosari, Belik, Watukumpul, dan sebagian wilayah Moga. Sementara curah hujan kategori tinggi membayangi sebagian Kecamatan Moga, Warungpring, Randudongkal, Bantarbolang, dan Bodeh.

Di sisi lain, intensitas curah hujan tingkat menengah berpotensi mengguyur sebagian Kecamatan Bantarbolang, Randudongkal, Bodeh, serta kawasan perkotaan Pemalang, Taman, Petarukan, Comal, Ulujami, dan Ampelgading.

“Jika memilih jalur mudik selatan, pemudik berpotensi menghadapi hujan dengan intensitas sangat tinggi hingga tinggi. Sedangkan untuk jalur Pantura dan tol Pemalang-Batang, potensi hujannya berada pada kategori menengah,” pungkasnya. (fan/iza/rds)