Jepara  

Harga Cabai Rawit Merah di Jepara Tembus Rp 100 Ribu Sekilo, Pembeli Pasar Ratu Makin Sepi

Pedagang di Pasar Ratu 1 Jepara, Nur Saadah, sedang menata tumpukan cabai rawit merah di lapak dagangannya menjelang Lebaran.
Salah satu pedagang cabai di Pasar Ratu 1 Jepara, Nur Saadah, saat menunjukkan komoditas cabai rawit merah di gerainya, Minggu (15/3/2026). (LIA BAROKATUS SOLIKAH/JOGLO JATENG)

JEPARA, Joglo JatengHarga cabai rawit merah di Jepara melonjak tajam hingga menembus angka Rp 100 ribu per kilogram menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Kenaikan harga kebutuhan pokok yang signifikan ini sangat memukul daya beli masyarakat lapis bawah, hingga membuat pasar tradisional terpantau lebih sepi dari biasanya.

Keluhan ini diungkapkan langsung oleh para pedagang di Pasar Ratu 1 Jepara yang omzet hariannya ikut merosot tajam. Kondisi lesunya daya beli ini menjadi imbas nyata dari mahalnya harga komoditas pangan.

Salah satu pedagang cabai, Nur Saadah, mengungkapkan bahwa lonjakan harga ini sudah mulai merangkak naik sejak memasuki awal bulan suci Ramadan.

“Awal Ramadan sudah menyentuh Rp 100 ribu per kilogram. Untuk cabai rawit merah biasa sekitar Rp 30 ribu, sedangkan cabai rawit setan sekarang naik dari Rp 80 ribu menjadi Rp 100 ribu per kilogram,” ujarnya pada Joglo Jateng, Minggu (15/3/2026).

Uang Rp 10 Ribu Hanya Dapat Se-Ons

Tingginya harga komoditas berasa pedas ini memaksa para ibu rumah tangga dan pembeli untuk memutar otak dan mengurangi jumlah konsumsi.

Menurut Nur Saadah, sebagian besar pelanggannya kini hanya mampu membeli dalam kuantitas eceran yang sangat kecil. Uang sebesar Rp 10 ribu kini hanya cukup untuk menebus sekitar satu ons cabai saja.

“Pembeli jadi sepi karena harga bahan pokok masih mahal,” keluhnya.

Tren inflasi lokal ini rupanya juga menjalar ke komoditas bumbu dapur lainnya. Harga bawang merah dilaporkan ikut mengalami kenaikan dalam dua pekan terakhir. Bawang merah ukuran besar kini dibanderol sekitar Rp 60 ribu per kilogram, sementara ukuran kecil berkisar Rp 40 ribu per kilogram.

Daging Sapi dan Ayam Potong Ikut Meroket

Kondisi serupa turut membebani sektor lauk pauk. Uni, seorang pedagang daging sapi di Pasar Ratu 1 Jepara, mencatat adanya kenaikan harga daging dalam beberapa hari terakhir.

“Dari yang sebelumnya Rp 130 ribu jadi Rp 135 ribu per kilogram,” ungkap Uni.

Sementara itu, pedagang ayam bernama Nana menyebut bahwa komoditas unggas juga terus merangkak naik. Hal ini dipicu oleh meningkatnya permintaan pasar mendekati masa libur Lebaran.

“Sekarang harga ayam potong naik dari Rp 40 ribu menjadi Rp 45 ribu per kilogram. Biasanya H-3 Lebaran akan naik lagi,” jelas Nana.

Ia merinci, harga ayam merah saat ini menyentuh Rp 60 ribu per ekor, ayam pejantan di angka Rp 85 ribu, sedangkan harga ayam kampung sukses menembus Rp 100 ribu per ekor.

Di sisi lain, Ismu, salah seorang pedagang di kawasan yang sama menuturkan bahwa tren kenaikan harga ini telah terasa sejak bulan Ruwah hingga menjelang Ramadan. Tingginya permintaan bahkan membuat stok ayam pejantan di Jepara menipis, sehingga sebagian pasokan terpaksa didatangkan dari wilayah Yogyakarta.

“Permintaan meningkat, sehari bisa terjual sekitar 700 ekor ayam,” pungkas Ismu. (oka/gih/rds)