Awas Ombak Besar, Wisatawan Pantai Dewaruci Purworejo Dilarang Mandi di Laut

Petugas memasang batas pengunjung di Pantai Dewaruci Desa Jatimalang, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Purworejo. (MARNIE/JOGLO JATENG)

PURWOREJO, Joglo Jateng – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purworejo melalui Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Dinporapar) mengeluarkan peringatan keras bagi wisatawan yang berkunjung ke kawasan Pantai Dewaruci selama masa libur Idulfitri 1447 Hijriah. Pengunjung dilarang untuk mandi di laut demi menghindari risiko kecelakaan air akibat keganasan ombak pantai selatan.

Sekretaris Dinporapar Purworejo, Dyah Woro Setyaningsih, menegaskan bahwa keselamatan para pelancong adalah prioritas utama. Terlebih, karakteristik gelombang air di pesisir selatan cenderung jauh lebih besar dan berbahaya saat memasuki musim kemarau.

Untuk memastikan peringatan ini dipatuhi, pengelola pantai tak henti-hentinya memutar imbauan suara (voiceover) melalui pengeras suara setiap 15 menit sekali. Frekuensi peringatan ini bahkan akan dilipatgandakan jika volume pengunjung di bibir pantai semakin membeludak.

Waspada Ombak Besar dan Jaga Anak

Selain larangan berenang, Woro secara khusus meminta para orang tua untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra terhadap anak-anak mereka saat bermain pasir.

“Mari kita bersama-sama menjaga keamanan, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan. Pantai Selatan ini ombaknya besar, apalagi memasuki musim kemarau,” imbau Woro.

Ia mengingatkan agar orang dewasa yang menjadi pendamping tidak lengah hanya karena asyik bermain gawai pribadi.

“Nikmati saja liburannya, mohon juga dijaga anak-anaknya agar tak mandi di laut. Jangan sampai orang dewasa yang membawa anak-anak sibuk dengan gadget-nya, lalu abai dengan anak,” tambahnya.

Puncak Kunjungan Naik 10 Kali Lipat

Tidak hanya urusan keselamatan, Woro juga mengajak seluruh pengunjung Pantai Dewaruci untuk disiplin menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan.

“Kalau tempat sampah terdekat penuh, mohon agar sampahnya dibawa hingga ke tempat sampah lainnya. Jangan dibuang sembarangan, apalagi di bibir pantai,” tegasnya.

Sementara itu, Kabid Destinasi Pariwisata Dinporapar Purworejo, Edi Nur Widyoko, menambahkan bahwa lonjakan wisatawan di pesisir ini diprediksi mulai memuncak sejak hari ketiga Lebaran, yakni Senin (23/3/2026).

“Perkiraan, jumlah pengunjung bisa mencapai 10 kali lipat dari hari biasa. Kemudian di hari-hari terakhir libur anak sekolah, atau pas syawalan (hari ke-7), prediksinya tren pengunjung akan meningkat,” kata Edi. (mrn/amd/rds)