PURWOREJO – Joglo Jateng – Pantai Dewaruci di Desa Jatimalang, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Purworejo, masih menjadi primadona destinasi wisata. Selama libur Lebaran dan cuti bersama Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, pantai di pesisir selatan ini didatangi hingga puluhan ribu pengunjung. Lonjakan wisatawan ini menjadi roda penggerak ekonomi warga sekitar, sekaligus menuntut pengawasan ekstra dari pihak keamanan.
Kepala Bidang Destinasi Pariwisata Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Porapar) Kabupaten Purworejo, Edi Nur Widyoko, menyebut ada peningkatan jumlah pengunjung dibanding tahun 2025 lalu. Posko Lebaran sendiri telah dibuka sejak hari kedua Lebaran hingga Minggu (29/03/2026).
“Dari data yang kami miliki, jumlah pengunjung di obyek wisata yang dikelola Pemda seperti Pantai Dewaruci, Kolam Renang Arta Tirta, Gua Seplawan dan Geger Menjangan pada libur Lebaran ini meningkat dibanding tahun lalu. Khusus untuk Pantai Dewaruci, hingga Minggu pukul 11.00 WIB, sebanyak 45.388 wisatawan masuk. Data tersebut masih bisa bertambah hingga sore. Tahun lalu, hingga hari terakhir libur Lebaran, jumlah pengunjung sebanyak 43.187 orang,” tutur Edi, Minggu (22/03/2026).
Edi menambahkan, situasi dan kondisi keamanan di Pantai Dewaruci terpantau aman dan terkendali. Tidak ada keluhan mengenai harga makanan atau minuman nuthuk yang merugikan para wisatawan.
Keamanan ini terwujud berkat kolaborasi tim gabungan dari Polri, TNI, SAR, Pemdes, Dinkes, Pokdarwis, dan pihak kecamatan. Semuanya bahu-membahu menciptakan rasa aman bagi warga yang tengah berlibur.
Waspada Palung Tersembunyi
Di balik keindahan pantai dan kondusifnya kawasan wisata, petugas sangat menyayangkan masih adanya pengunjung yang nekat mengabaikan aturan keselamatan.
“Sayangnya, masih banyak pengunjung yang bandel dan mengabaikan larangan mandi di laut. Walaupun sudah kami beri rambu larangan dan secara berkala petugas berkeliling melakukan pengawasan, masih ada yang bandel. Sekali lagi menegaskan, jangan mandi di laut, karena ada palung yang bisa membahayakan,” tegas Edi.
Diketahui, terdapat dua titik palung berbahaya di kawasan pesisir Jatimalang. Titik pertama berada di sebelah selatan Patung Dewaruci, sedangkan satu lagi terletak di selatan pos jaga paling barat.
“Menurut warga yang paham, palung-palung tersebut kadang juga bergeser. Jadi tak bisa diprediksi letak tepatnya. Karena itulah, larangan mandi di laut kami gencarkan,” tutup Edi menegaskan. (mrn/rds)










