PURWOREJO, Joglo Jateng – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf, melakukan kunjungan ke Pondok Pesantren (PP) Darut Tauhid Purworejo, Minggu (5/4/2026). Kehadiran tokoh nasional yang akrab disapa Gus Yahya ini disambut hangat oleh keluarga besar pesantren sebagai momentum silaturahmi luhur di bulan Syawal.
Pertemuan di pesantren yang berlokasi di Kelurahan Kedungsari, Kabupaten Purworejo ini berlangsung dengan sangat khidmat. Kedatangan Ketum PBNU Gus Yahya tersebut secara khusus disambut oleh pengasuh pondok saat ini, Gus Shahnun Mawardi, yang merupakan putra dari almarhum KH Thoifur Mawardi.
Kunjungan yang kental dengan suasana kekeluargaan ini disebut sebagai bagian dari ikhtiar mempererat tali persaudaraan dan ukhuwah Islamiyah. Usai kunjungan, dilaporkan tidak ada statement resmi maupun agenda politik dari pihak Ketum PBNU.
Pengasuh PP Darut Tauhid, Gus Shahnun, menyampaikan bahwa kehadiran Gus Yahya merupakan wujud nyata dari tradisi mulia di bulan suci bagi umat Islam.
“Momentum Syawal ini menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi. Dalam ajaran Islam, silaturahmi bukan sekadar pertemuan, melainkan jalan turunnya keberkahan dari Allah SWT,” tuturnya.
Konsisten Hidupkan Tradisi Salaf
Dalam kunjungan Gus Yahya tersebut, momen ini sekaligus memperkuat jalinan ukhuwah antara tokoh ulama besar dan umat di akar rumput. Di sisi lain, kehadiran petinggi NU ini menjadi apresiasi atas konsistensi pesantren dalam menghidupkan tradisi keilmuan salaf.
Para santri di tempat ini menempuh proses pembelajaran yang sarat nilai spiritual dan intelektual. Kegiatannya meliputi tilawah Al-Qur’an, madrasah diniyah, hingga pengajian bandongan yang menjadi ciri khas pesantren Nusantara.
Pengkajian secara mendalam terhadap kitab-kitab turats, seperti Jurumiyah hingga Alfiyah, juga menjadi bagian penting dalam membentuk keteguhan pemahaman keagamaan para santri.
Gus Shahnun mengatakan, saat ini jumlah santri yang mukim di PP Darut Tauhid mencapai sekitar 2.800 orang, baik putra maupun putri.
Para alumninya pun telah tersebar luas di berbagai penjuru negeri, mulai dari Kalimantan, Dieng, Bekasi, hingga Cikarang, dengan mengemban amanah dakwah dan mendirikan pesantren baru.
“Alhamdulillah, para alumni terus menebarkan dakwah dan kebermanfaatan. Semoga menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam menerangi umat,” ungkap Gus Shahnun.
Ke depan, ia berharap institusi pendidikan ini senantiasa menjadi pusat lahirnya generasi pendakwah yang istiqamah serta berpegang teguh pada manhaj Ahlussunnah wal Jamaah.
“Semoga Darut Tauhid terus menjadi mata air dakwah yang jernih, melahirkan dai-dai yang teguh di jalan Allah SWT,” pungkasnya. (mrn/ree/rds)










