Jepara  

1.000 Orang Bakal Ramaikan Kirab Buka Luwur Jepara, Bupati Tunggangi Kuda Menuju Mantingan

RAMAI: Bupati Jepara bersama Wabup Jepara dan jajaran Forkopimda saat arak-arakan peringatan hari jadi Jepara ke-476 pada 2025 lalu. (LIA BAROKATUS SOLIKAH/JOGLO JATENG)

JEPARA, Joglo Jateng – Tradisi sakral tahunan Kirab Buka Luwur Jepara pada 2026 ini dipastikan bakal berlangsung jauh lebih semarak. Sekitar 1.000 peserta dijadwalkan turun ke jalan untuk memeriahkan salah satu arak-arakan budaya terbesar dalam rangkaian Hari Jadi ke-477 Jepara pada Kamis (9/4/2026).

Ribuan peserta tersebut tidak hanya didominasi oleh jajaran pemerintah daerah, tetapi juga membaur bersama elemen masyarakat secara luas. Mulai dari pimpinan perangkat daerah, camat, kepala puskesmas, hingga perwakilan warga umum siap berpartisipasi.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jepara, Ali Hidayat, menyebut keterlibatan peserta dalam jumlah masif ini menjadi cermin besarnya antusiasme masyarakat. Hal ini membuktikan bahwa pelestarian tradisi Buka Luwur masih dijaga dengan penuh kebanggaan.

“Peserta kurang lebih seribu orang, termasuk dari perangkat daerah dan masyarakat,” ujarnya saat dimintai keterangan, Selasa (7/4/2026).

Nuansa Tradisional dan Live Streaming Internasional

Tak sekadar ramai, arak-arakan budaya ini dikemas secara matang dengan nuansa tradisional yang sangat kental. Rombongan Bupati, Wakil Bupati, dan jajaran Forkopimda rencananya akan menunggangi kuda menuju lokasi puncak perayaan.

Sementara itu, figur yang memerankan tokoh pahlawan maritim Ratu Kalinyamat akan tampil anggun berada di dalam barisan utama. Di sisi lain, sebagian peserta tampil klasik dengan menaiki sepeda ontel tua, disusul iringan drumben yang tampil estafet di sepanjang rute perjalanan.

Rute arak-arakan akan dimulai dari titik kumpul Pendopo Kartini menuju kompleks Makam Mantingan yang berada di Kecamatan Tahunan. Rangkaian kirab ini akan dibuka dengan pertunjukan seni sendratari Ratu Kalinyamat yang memukau.

Setibanya di Mantingan, rombongan akan langsung disambut oleh pemerintah desa dan tokoh masyarakat setempat. Acara kemudian dilanjutkan menuju kompleks makam utama untuk melangsungkan prosesi inti, yakni penggantian luwur (kain penutup makam).

Setelah rangkaian sakral tersebut selesai, para peserta dijadwalkan melaksanakan salat Asar berjamaah di masjid terdekat. Panitia yang bersinergi dengan Baznas setempat juga telah menyiapkan agenda santunan anak yatim serta pembagian konsumsi bagi warga.

Guna memperluas gaung acara, Kepala Diskominfo Kabupaten Jepara, Budhi Sulistyawan, memastikan seluruh rangkaian kegiatan bergengsi ini akan disiarkan secara langsung kepada publik.

“Kami siapkan live streaming dari sebelum acara dimulai sampai rangkaian kirab selesai,” terangnya.

Menariknya, siaran digital tersebut akan dilengkapi dengan narasi visual berbahasa Inggris. Langkah modern ini disiapkan secara khusus karena perayaan akbar tersebut dijadwalkan turut dihadiri oleh tamu undangan dari mancanegara.

Sebagai informasi, tradisi kirab ini hanyalah bagian pembuka dari semarak Hari Jadi Kabupaten Jepara sepanjang bulan April 2026.

Sejumlah agenda besar lain juga menanti, di antaranya upacara peringatan hari jadi, wilujengan nagari, doa lintas agama, pagelaran wayang, pengajian akbar bersama pendakwah kondang Gus Iqdam, hingga perayaan Dharma Santi Nyepi yang dimeriahkan dengan arak-arakan ogoh-ogoh. (oka/gih/rds)