Jepara  

Meriahkan HUT ke-477 Jepara, Ratusan Umat Hindu Siap Gelar Arakan Ogoh-ogoh di Pendopo

KREATIF: Penampakan ogoh-ogoh yang akan diarak pada Dharma Santi Nyepi bebarengan rangkaian perayaan Hari Jadi ke-477 Kabupaten Jepara, Rabu (8/3/2026). (LIA BAROKATUS SOLIKAH/JOGLO JATENG)

JEPARA, Joglo Jateng – Rangkaian perayaan HUT ke-477 Kabupaten Jepara tahun ini akan diwarnai nuansa budaya yang berbeda dan sarat akan nilai toleransi. Untuk pertama kalinya, atraksi ogoh-ogoh di Jepara akan digelar di kawasan Pendopo Kabupaten berbarengan dengan perayaan Dharma Santi Nyepi pada Minggu (12/4/2026).

Kehadiran patung raksasa setinggi kurang lebih 2,5 meter tersebut menjadi bukti nyata indahnya keberagaman di tengah masyarakat Kota Ukir. Kegiatan keagamaan dan budaya ini diperkirakan akan melibatkan sekitar 800 umat Hindu dari wilayah Pati Raya, yang meliputi Jepara, Kudus, Pati, dan Rembang.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Jepara, Agung Bagus Kade Kusimantara, yang juga menjadi penasihat acara menyebutkan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar perayaan agama. Atraksi ini sekaligus menjadi ruang terbuka untuk memperkuat persaudaraan.

“Tujuan kami bagaimana mempererat antarumat Hindu, khususnya di Pati Raya. Ini juga menjadi bagian dari upaya menjaga kerukunan antarumat beragama di Jepara,” kata Kajari kepada Joglo Jateng, Rabu (8/4/2026).

Simbol Kerukunan dan Toleransi Warga

Dharma Santi Nyepi tahun ini diharapkan menjadi momentum edukasi untuk menunjukkan tingginya nilai toleransi yang hidup di tengah masyarakat Jepara.

“Kami ingin menunjukkan bahwa masyarakat bisa hidup berdampingan tanpa membedakan agama. Semua adalah bagian dari Jepara,” ujarnya menambahkan.

Mengusung tema ‘Vasudhaiva Kutumbakam: Satu Dunia Satu Keluarga, Nusantara Harmoni, Indonesia Maju’, rangkaian acara akan dimulai pada pukul 08.00 WIB. Agenda pagi diisi dengan sarasehan atau dharma wacana dengan menghadirkan narasumber ahli dari Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI).

Rute dan Kemeriahan Arak-arakan

Setelah sarasehan tuntas, masyarakat luas akan disuguhi arak-arakan ogoh-ogoh di kawasan pendopo yang bisa dinikmati sebagai wisata edukasi budaya.

“Ini baru pertama kali kami coba di Jepara. Ke depan, kami berharap setiap kabupaten di wilayah Pati Raya juga bisa menampilkan ogoh-ogoh dalam perayaan seperti ini,” tutur Agung.

Replika ogoh-ogoh yang menjadi daya tarik utama itu akan digotong oleh sekitar 20 warga dari Desa Plajan, Kecamatan Pakis Aji. Suasana parade akan semakin meriah dengan hiasan penjor serta iringan alat musik gamelan khas Bali, Baleganjur.

Rute arak-arakan budaya tersebut akan dimulai dari titik kumpul Pendopo Kabupaten Jepara, berkeliling, dan akan berakhir kembali di lokasi yang sama. (oka/gih/rds)