Antisipasi El Nino 2026, Pemkot Semarang Siapkan 1 Juta Liter Air Bersih

TEGAS: Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti saat ditemui di Semarang, belum lama ini. (HUMAS PEMKOT SEMARANG/ JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang mengambil langkah mitigasi cepat untuk menghadapi ancaman kekeringan di Semarang akibat fenomena El Nino yang diprediksi melanda pada pertengahan hingga akhir tahun 2026. Upaya strategis ini dilakukan guna memastikan kebutuhan dasar warga di wilayah rawan terdampak tetap terpenuhi selama musim kemarau panjang.

Sebagai bentuk kesiapsiagaan, sebanyak satu juta liter persediaan air bersih Semarang telah disiapkan untuk didistribusikan kepada masyarakat. Potensi krisis air diprediksi terus meningkat seiring dengan perubahan cuaca ekstrem yang kian terasa dampaknya.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, menegaskan bahwa pemerintah telah menyusun skema respons cepat melalui kolaborasi lintas instansi. Sinergi tersebut melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan PDAM.

“Mudah-mudahan begitu kita mendengar kekurangan air, kita siapkan airnya,” ujar Agustina dalam keterangan tertulisnya, Jumat (10/4/2026).

Ancaman Kebakaran dan Cuaca Fenomenal

Selain krisis air, Agustina juga mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada terhadap dampak lanjutan dari kemarau panjang, seperti meningkatnya risiko kebakaran di lingkungan yang mengering. Kesadaran warga dinilai menjadi kunci utama dalam meminimalisasi potensi bencana di permukiman.

“Jadi, masyarakat harus aware ya. Walaupun kadang-kadang berasumsi ini cuaca tidak menentu, tapi ini sudah jelas bahwa kita harus menjaga,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala BPBD Kota Semarang, Edro Pudyo Martantono, menyebutkan bahwa pola cuaca tahun ini cenderung jauh lebih ekstrem dibandingkan tahun sebelumnya. Perubahan suhu drastis hingga hujan mendadak yang disertai angin kencang menjadi tantangan tersendiri dalam proses mitigasi di lapangan.

“Kalau kita bandingkan dengan 2025, tahun ini relatif fenomenal sekali. Ini panas cuaca tiba-tiba nanti menjelang siang atau sore hujan deras disertai angin kencang,” jelas Edro.

Dalam pelaksanaannya nanti, penyaluran bantuan air akan diprioritaskan untuk menjangkau daerah rawan kekeringan seperti Kelurahan Rowosari. Wilayah tersebut menjadi fokus utama karena hingga kini belum sepenuhnya terjangkau oleh jaringan perpipaan milik PDAM. (hfh/iza/rds)