Jepara  

Terkena Sanksi PSSI, Banaspati Donasi Rp 44 Juta untuk Bantu Persijap Jepara

SEMANGAT: Suporter Banaspati saat berada di tribun Stadion Gelora Bumi Kartini (GBK) Jepara, belum lama ini. (LIA BAROKATUS SOLIKAH/JOGLO JATENG)

JEPARA, Joglo Jateng – Di tengah larangan yang membatasi kehadiran penonton di stadion, solidaritas suporter Persijap Jepara justru semakin menguat dan tak terbendung. Kelompok suporter Banaspati mengambil langkah nyata dengan menggelar aksi Banaspati donasi Persijap guna mengumpulkan puluhan juta rupiah demi menjaga kelangsungan hidup klub kebanggaan warga Jepara tersebut.

Aksi penggalangan dana ini muncul sebagai bentuk perlawanan moral setelah klub dijatuhi sanksi oleh PSSI yang cukup berat. Keterbatasan kehadiran penonton di stadion berpotensi memberikan pukulan besar terhadap kondisi finansial manajemen klub, terutama hilangnya pemasukan dari sektor penjualan tiket pertandingan.

Sebelumnya, Komite Disiplin PSSI menjatuhkan sanksi larangan menggelar dua pertandingan kandang dengan penonton, penutupan sebagian Tribun Utara dan Selatan, serta denda sebesar Rp 100 juta. Hukuman tersebut merupakan buntut dari kericuhan yang terjadi saat laga melawan Persis Solo pada 5 Maret 2026 lalu.

Merespons situasi krisis tersebut, pentolan Banaspati, Agus Cumez, mengungkapkan bahwa pihaknya berhasil mengumpulkan dana solidaritas sebesar Rp 44.639.959 untuk tim berjuluk Laskar Kalinyamat itu.

“Kami berpikir, sekecil apapun, dapat meringankan beban manajemen. Ini dari kolektifan dan kas, sebagai bentuk kebanggaan terhadap Persijap,” terangnya pada Kamis (9/4/2026).

Solidaritas Sebulan Penuh dan Rencana Nobar

Agus menjelaskan, proses pengumpulan dana dari para pendukung militan tersebut berlangsung selama kurang lebih satu bulan, tepatnya mulai 14 Maret hingga 8 April 2026. Menurutnya, gerakan ini murni lahir dari rasa kepedulian mendalam agar tim tidak semakin terpuruk.

“Sekecil apapun, kami peduli. Ini untuk Persijap ke depan. Harapannya bisa membantu keuangan tim,” lanjutnya.

Seluruh dana yang terkumpul rencananya akan diserahkan langsung kepada manajemen Persijap dalam waktu dekat. Momentum penyerahan donasi ini juga bertepatan dengan perayaan hari ulang tahun (HUT) Banaspati yang ke-24.

Sebagai bagian dari perayaan dan bentuk dukungan tanpa henti, kelompok suporter ini juga akan menggelar tasyakuran serta acara nonton bareng (nobar) pertandingan Persijap kontra Bhayangkara FC pada Sabtu (11/4/2026). Acara tersebut akan diadakan di sekitar area Stadion Gelora Bumi Kartini (GBK) Jepara.

“Saat nobar itu juga mau diadakan kolektifan lagi. Berapapun nominalnya, semoga dapat memperingankan tim,” kata Agus.

Ia sangat meyakini kebersamaan suporter akan selalu menjadi sumber energi dan kekuatan bagi tim, terutama saat menghadapi sisa kompetisi yang semakin krusial. Delapan laga tersisa akan dianggap layaknya partai hidup mati demi menentukan nasib klub.

“Harapannya Persijap tidak terdegradasi. Sekarang semua pertandingan adalah final, semua harus maksimal,” tegasnya mengakhiri. (oka/gih/rds)