JEPARA, Joglo Jateng – Ribuan guru ngaji, ustaz Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ), hingga guru honorer di sekolah swasta di Kabupaten Jepara kini bisa bernapas lega. Pengabdian tulus mereka yang kerap luput dari perhatian kini mendapatkan ganjaran nyata melalui perluasan cakupan program Kartu Guru Sejahtera pada tahun 2026.
Kepastian ini menjadi angin segar bagi para pahlawan tanpa tanda jasa yang selama ini menjadi ujung tombak pendidikan moral di pelosok desa. Pemkab Jepara memastikan tidak ada lagi sekat antara pendidik di lembaga negeri maupun swasta dalam hal penerimaan apresiasi ini.
Bupati Jepara, Witiarso Utomo menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya soal infrastruktur fisik, melainkan investasi pada kualitas sumber daya manusia (SDM). Hal tersebut dimulai dari dedikasi para guru di dalam ruang kelas dan madrasah.
“Peran besar guru, ustaz, kiai maupun para pendidik ini harus kita apresiasi karena anak-anak kita menjadi terdidik berkat beliau-beliau itu,” ujarnya dalam peringatan Harlah ke-74 Pergunu di Aula Sunu Ngesti Tomo, Sabtu (11/4/2026).
Menjangkau Hingga Guru Ngaji dan Pelosok
Program unggulan yang direalisasikan pada masa kepemimpinan Bupati Witiarso Utomo dan Wakil Bupati M Ibnu Hajar ini terus menunjukkan grafik peningkatan. Jika pada 2025 lalu manfaatnya dirasakan oleh 10.827 pendidik, tahun ini kuotanya melonjak tajam menyasar 17.372 orang.
Langkah ini diambil sebagai bentuk kehadiran negara bagi para pengajar yang selama ini mengabdi dengan penuh keikhlasan meski dengan keterbatasan tunjangan. Alokasi anggaran yang dikucurkan pun tidak main-main, mencapai Rp 19,488 miliar.
Penerima manfaat tahun ini mencakup spektrum luas, mulai dari guru TPQ, Madrasah Diniyah (Madin), pendidik di pondok pesantren, hingga instruktur lembaga kursus. Bahkan, guru PAUD berstatus non-PNS dan non-PPPK yang belum menerima Tunjangan Profesi Guru turut diprioritaskan.
Investasi Masa Depan Lewat Kesejahteraan
Selain memikirkan nasib para pengajar, pemerintah daerah juga berupaya memutus rantai kendala pendidikan bagi generasi muda melalui Kartu Sarjana Jepara. Hingga saat ini, program tersebut telah membantu 2.398 siswa dan mahasiswa untuk mengenyam pendidikan tinggi.
Kolaborasi dengan Baznas dan sejumlah perguruan tinggi terus diperkuat agar anak-anak di Jepara memiliki masa depan yang lebih cerah tanpa terhalang biaya.
“Ini adalah bagian dari ikhtiar kita agar anak-anak Jepara memiliki masa depan yang lebih baik,” terang Witiarso.
Apresiasi senada datang dari Ketua Pergunu Jepara, Ahmad Makhali. Menurutnya, keberanian Pemkab Jepara dalam mengangkat kesejahteraan guru tanpa memandang status lembaga adalah kabar gembira yang luar biasa.
Ia meyakini, peningkatan kesejahteraan ini akan berbanding lurus dengan kualitas pendidikan di Kota Ukir. “Kita sangat apresiasi sekali. Kartu Guru Sejahtera ini kabar gembira untuk para guru madrasah kita yang jumlahnya sekitar 2.241 orang,” tandasnya. (oka/gih/rds)










