PEMALANG, Joglo Jateng – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pemalang terus menggencarkan kegiatan donor darah menyusul kian menipisnya stok darah di Pemalang, khususnya untuk golongan O. Langkah responsif ini diambil guna memastikan kebutuhan medis darurat bagi pasien di rumah sakit tetap terpenuhi.
Kegiatan kemanusiaan tersebut dipusatkan di Gedung PMI Pemalang pada Jumat (10/4/2026), dengan target pengumpulan mencapai 200 kantong darah.
Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro, menjelaskan bahwa program ini adalah bagian dari upaya peningkatan kualitas hidup masyarakat. Hal ini sekaligus menjadi wujud nyata dukungan daerah terhadap program nasional Asta Cita.
“Kegiatan ini bentuk nyata meningkatkan kesehatan, produktivitas, dan menekan angka kematian,” ujar Anom usai mendonorkan darahnya.
Krisis Golongan Darah O
Ketua PMI Kabupaten Pemalang, Akhmad Patah, membenarkan bahwa inisiatif donor massal ini muncul akibat menurunnya ketersediaan darah di wilayahnya.
“Terutama golongan O, stoknya menurun, sehingga kami targetkan 200 kantong darah,” jelasnya.
Guna mengantisipasi kebutuhan mendadak seperti trombosit, PMI juga secara aktif menggerakkan komunitas relawan lintas golongan darah. Akhmad menyebut respons cepat para relawan ini sangat krusial dalam membantu kelangsungan hidup pasien saat kondisi darurat.
Layanan Kesehatan Gratis
Selain aksi donor, kegiatan ini juga menghadirkan layanan cek kesehatan gratis hasil kolaborasi bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Pemalang dan Puskesmas Kebondalem.
Bupati Anom mengajak seluruh lapisan masyarakat, mulai dari balita hingga lansia, untuk proaktif memanfaatkan layanan pemantauan kesehatan tersebut yang kini juga tersedia di setiap puskesmas terdekat.
Dengan tingginya antusiasme masyarakat sejak acara dimulai, pemerintah berharap program ini tidak hanya mampu menjaga ketersediaan darah, tetapi juga meningkatkan kesadaran warga akan pentingnya menjaga kesehatan sejak dini. (fan/ree/rds)










