PATI, Joglo Jateng – Menjelang pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) pada Kamis (16/4/2026) mendatang, dinamika internal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Pati makin memanas. Suara penolakan terhadap sosok pemimpin dari kalangan nonkader mulai disuarakan secara lantang oleh para kader.
Gejolak ini muncul seiring dengan beredarnya sejumlah nama tokoh di bursa pencalonan. Para simpatisan mewanti-wanti agar pucuk pimpinan partai tetap dipegang oleh sosok loyalis yang terlahir dari proses kaderisasi matang, bukan sekadar tokoh titipan.
Salah satu kader senior PKB Pati, Samu’in Wage, menegaskan bahwa kursi Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) mutlak harus diisi oleh kader tulen. Mantan Ketua Majelis Wakil Cabang (MWC) Nahdlatul Ulama (NU) Margoyoso ini mengingatkan agar partai tidak tergiur oleh pragmatisme politik.
“Kader di atas uang. Harus dimulai dari sekarang,” tegas kiai Samu’in.
Warning untuk Pemilik Suara
Sentimen serupa juga diutarakan oleh kader lainnya yang mewanti-wanti para pemilik mandat agar berhati-hati dalam menentukan pilihan saat Muscab PKB Pati nanti. Kesalahan dalam memilih nakhoda diyakini akan berdampak fatal pada arah partai lima tahun ke depan.
“Jangan sampai Ketua DPC PKB Pati diduduki oleh orang yang salah. Kader harus diutamakan,” desak salah seorang kader yang enggan disebutkan namanya.
Di sisi lain, representasi kader muda, Nasikun, membeberkan sejumlah kriteria ideal bagi calon pimpinan partai. Loyalitas dan jam terbang di internal partai menjadi harga mati yang tidak bisa ditawar.
“Kompeten lewat kaderisasi yang runut, mengayomi, komunikatif terhadap kader dan pengurus, terbuka, berwawasan luas, kredible, punya kemampuan kepemimpinan yang mumpuni,” imbuh Nasikun.
Deretan Nama di Bursa Kandidat
Sebagai informasi, suhu politik di lingkungan partai berlambang bola dunia ini memang tengah disorot menyusul munculnya sejumlah nama di bursa kandidat Ketua PKB Pati.
Nama Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati Risma Ardhi Chandra sempat santer dikabarkan masuk radar pencalonan, yang memicu reaksi beragam dari internal.
Selain tokoh birokrat tersebut, persaingan juga diramaikan oleh nama petahana Syaifulah Rizal (Gus Rizal), Anggota DPRD Jawa Tengah Sugiarto, Anggota DPRD Pati Kastomo, hingga Sekretaris DPC PKB Pati Ahmad Husain. (lut/rds)










