PATI, Joglo Jateng – Tuntutan nelayan di Kabupaten Pati yang meminta adanya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) khusus nelayan akhirnya dikabulkan. Pemerintah menetapkan harga khusus BBM nonsubsidi bagi pengusaha nelayan dengan kapal 30–200 GT sebesar Rp 15.000 per liter.
Di Kabupaten Pati, harga solar yang sebelumnya mencapai sekitar Rp 30.000 per liter kini turun menjadi Rp 15.000 per liter.
Kebijakan tersebut dinilai menjadi jawaban atas tuntutan nelayan yang sejak Mei 2026 lalu terus diperjuangkan hingga tingkat nasional.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra pun menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto dengan adanya kebijakan tersebut.
Ia menilai keputusan itu merupakan kabar baik bagi ribuan nelayan Pati yang selama ini mengeluhkan tingginya biaya operasional akibat mahalnya harga BBM nonsubsidi.
Pasalnya, tingginya harga BBM tersebut membuat nelayan tak bisa melaut. Dengan adanya harga BBM khusus ini, pemerintah pusat dinilai telah memberikan respons nyata terhadap aspirasi yang sebelumnya disampaikan langsung oleh para nelayan.
“Alhamdulillah, aspirasi para nelayan Pati akhirnya didengar dan dikabulkan. Terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto yang telah memberikan perhatian terhadap kebutuhan nelayan,” katanya.
“Ini menjadi bukti bahwa suara masyarakat benar-benar diperjuangkan hingga membuahkan hasil,” lanjut Chandra.
Sebelumnya, ribuan nelayan menggelar aksi di depan Kantor Bupati Pati pada Senin (4/5/2026) lalu.
Saat menemui massa, Chandra berjanji akan mengawal tuntutan tersebut hingga ke pemerintah pusat. Komitmen itu juga menjadi kelanjutan dari langkahnya, yang lebih dahulu menyampaikan persoalan tersebut kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
“Nelayan merupakan penopang penting ketahanan pangan nasional melalui sektor perikanan. Karena itu mereka harus mendapatkan dukungan agar tetap bisa melaut dan menjaga produktivitas hasil tangkapan,” tegasnya.










