Kendal  

Musrenbang RKPD Kendal 2027: Ekonomi Tumbuh Tinggi, Banjir dan Rob Masih Jadi PR

KETERANGAN: Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari saat memberikan sambutan di acara Musrenbang RKPD Kabupaten Kendal 2027 di Pendopo Tumenggung Bahurekso, Rabu (15/4/2026). (ISTIMEWA/JOGLO JATENG)

KENDAL, Joglo Jateng – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kendal menyoroti ironi antara pesatnya pertumbuhan investasi dengan masih maraknya persoalan infrastruktur dasar kewilayahan. Hal ini menjadi bahasan utama dalam forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2027.

Agenda strategis yang digelar di Pendopo Tumenggung Bahurekso pada Rabu (15/4/2026) ini menjadi wadah krusial untuk menyelaraskan transformasi ekonomi dengan pengentasan masalah sosial secara merata.

Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari mengungkapkan, capaian makro ekonomi daerah sejatinya menunjukkan tren yang sangat memuaskan.

“Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kendal tahun 2025 mencapai 7,99 persen, tertinggi di Jawa Tengah dan melampaui rata-rata provinsi maupun nasional,” katanya.

Menurutnya, lonjakan tersebut didorong oleh realisasi investasi yang menembus angka Rp 15,85 triliun. Nilai penanaman modal itu sukses menjadi motor penggerak daerah dalam beberapa tahun terakhir.

Meski demikian, Bupati tak menampik bahwa keberhasilan monumental itu masih dibayangi berbagai pekerjaan rumah (PR) di lapangan.

“Masih ada persoalan klasik seperti banjir, rob, dan pengelolaan sampah yang harus segera ditangani secara serius dan berkelanjutan,” terangnya.

Pemerintah daerah juga tengah dipacu untuk menyiapkan tenaga kerja lokal yang mumpuni. Hal ini bertujuan agar bonus demografi dapat terserap maksimal guna memenuhi kebutuhan industri di Kawasan Industri Kendal.