KENDAL, Joglo Jateng – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golongan Karya (Golkar) Kabupaten Kendal sudah mulai memanaskan mesin politik lebih awal usai sukses meraup delapan kursi pada pemilihan legislatif lalu. Langkah konsolidasi strategis menyambut kontestasi mendatang ini dibalut dalam agenda silaturahmi bersama ratusan kader.
Acara yang dilangsungkan di Kafe Gen Tuman, Kendal, pada Sabtu (18/4/2026) tersebut menjadi ajang krusial untuk merapatkan barisan. Pertemuan ini dinilai penting guna menjaga ritme komunikasi politik di tingkat akar rumput (grassroot).
Modal 8 Kursi Menuju Pemilu 2029
Ketua DPD Partai Golkar Kendal, Bagus Bimo Alit menjelaskan, silaturahmi tersebut merupakan langkah perdana partai pasca-pelaksanaan musyawarah daerah.
“Halalbihalal ini menjadi langkah awal setelah musyawarah daerah beberapa waktu lalu. Meski kepengurusan belum lengkap, kader tetap perlu bertemu untuk terus menjaga komunikasi,” kata Bimo.
Menurutnya, keberhasilan partai meraih delapan kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kendal pada Pemilu 2024 lalu merupakan modal fundamental yang sangat berharga. Capaian positif ini menuntut adanya penguatan koordinasi dan kerja keras struktur organisasi yang lebih solid.
Persiapan panjang menuju Pemilu 2029 diakui perlu dilakukan secara dini agar partai berlambang pohon beringin itu memiliki kesiapan matang dalam menghadapi dinamika kontestasi mendatang.
Fokus Karya Nyata di Masyarakat
Lebih lanjut, Bimo secara tegas menginstruksikan seluruh barisan pendukungnya untuk mengedepankan doktrin kekaryaan partai dengan hadir secara nyata di tengah persoalan warga.
“Marilah kita fokus pada tugas pokok dan fungsi masing-masing, sementara urusan politik menjadi tanggung jawab saya yang bertugas di DPRD,” ajaknya.
Sejalan dengan hal itu, perwakilan DPD Partai Golkar Jawa Tengah, Yusuf Hidayat, turut mengingatkan agar para kader yang duduk di kursi legislatif tidak lelah membuka ruang aspirasi bagi masyarakat luas.
“Para kader adalah ujung tombak Partai Golkar. Karena itu, kekompakan harus terus dijaga agar ke depan Golkar semakin kuat,” ujarnya.
Yusuf menegaskan bahwa soliditas elemen internal adalah senjata paling mematikan bagi partai untuk beradaptasi dengan berbagai perubahan sistem dan cuaca politik di masa depan. (ags/gih/rds)










