PATI, Joglo Jateng – Temuan penyakit Tuberkulosis (TBC) di wilayah Bumi Mina Tani yang mencapai 2.658 kasus sepanjang tahun 2025 kini menjadi sorotan nasional. Angka penularan infeksi paru-paru ini bahkan diprediksi berpotensi terus bertambah pada tahun ini.
Tingginya kasus TBC di Pati membuat Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benjamin Paulus Octavianus turun langsung ke lapangan.
Ia melakukan kunjungan kerja untuk mengecek kesiapan fasilitas kesehatan dan layanan pelacakan (tracing) terintegrasi di Balai Desa Kutoharjo, Selasa (21/4/2026).
“Di Pati tahun lalu ditemukan 2.658 kasus TBC. Keluarganya bisa tertular. Ini dilakukan cek kesehatan gratis salah satu melakukan pemeriksaan kepada keluarga pasien TBC takutnya sudah tertular,” ucapnya.
Menurut Wamenkes, kondisi darurat penularan ini tidak hanya terjadi di Pati, namun juga di berbagai daerah lain. Tingginya angka penderita bahkan membuat Indonesia kini menduduki peringkat kedua tertinggi di dunia dengan rata-rata 384 kasus per 100 ribu penduduk.
Janjikan Renovasi Rumah Tak Layak
Untuk memutus mata rantai penyebaran, penanganan TBC memerlukan intervensi serius. Upaya preventif diberikan kepada warga yang sehat, sementara pasien sakit mendapatkan pengobatan intensif.
Benjamin menjelaskan, cepatnya penularan bakteri sangat dipengaruhi oleh faktor kebersihan lingkungan dan kelayakan tempat tinggal.
Oleh sebab itu, pemerintah pusat telah menyiapkan program bedah rumah bagi warga penderita TBC dengan memprioritaskan perbaikan sirkulasi udara.
“Kalau rumahnya tidak memenuhi syarat, tidak ada ventilasinya ada program dari pemerintah membantu renovasi rumah pasien yang tidak mampu. Kita mendata. Di Pati minimal 34 rumah yang direnovasi,” jelasnya.
Guna memastikan program pengentasan penyakit ini berjalan maksimal, Wamenkes RI juga meninjau ketersediaan peralatan medis di fasilitas layanan kesehatan setempat agar segera dilengkapi jika masih ada kekurangan.
Ultimatum Pendataan 10 Hari
Di sisi lain, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati Risma Ardhi Chandra membenarkan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati telah menerima arahan khusus dari pemerintah pusat.
Pihaknya berkomitmen untuk segera melaksanakan pendataan ulang secara masif mengingat potensi pasien baru masih terus bertambah.
“Arahan dari Pak Menteri kita harus cek ulang dari 2.658 pasien. Kita akan data ulang. Kita selesaikan dalam 10 hari kalender,” tegas Chandra.
Pendeteksian ulang ini akan menyasar langsung ke kantong-kantong domisili pasien beserta anggota keluarga terdekatnya yang rentan terpapar.
“Nanti akan kami laporkan ke Pak Wamen. Pasiennya maupun keluarga pasiennya. Tahun ini kita cek ada beberapa tambahan pasien lagi,” pungkasnya. (lut/fat/rds)










