KUDUS, Joglo Jateng – Sebanyak 128 unit rumah tidak layak huni (RTLH) di Kabupaten Kudus resmi direnovasi menjadi lebih layak dan aman. Program bantuan senilai Rp 8,9 miliar ini menjadi solusi nyata bagi warga yang kerap terdampak atap bocor saat musim penghujan tiba.
Penyerahan bantuan Rumah Sederhana Layak Huni (RSLH) tersebut dilakukan secara simbolis di Pendopo Kabupaten Kudus, Kamis (23/4/2026). Program ini merupakan wujud sinergi antara pemerintah daerah dengan pihak swasta.
Warga Bersyukur Tak Lagi Kebocoran
Salah satu penerima manfaat, Kartijo, mengaku sangat terbantu dengan adanya program renovasi RTLH Kudus ini. Warga Desa Margorejo, Kecamatan Dawe itu sebelumnya selalu waswas setiap kali hujan deras mengguyur wilayahnya.
“Kalau hujan deras, air sering masuk dari atap yang bocor. Kami harus menampung air seadanya. Sekarang rumah sudah jauh lebih baik, lebih nyaman, dan aman,” ujarnya.
Sinergi Pemkab dan Sektor Swasta
Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, mengapresiasi dukungan PT Djarum dan Polytron yang memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan warganya.
“Program ini langsung menyentuh masyarakat yang membutuhkan. Tidak hanya memperbaiki rumah, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup mereka,” ungkapnya.
Sementara itu, General Manager Community Development PT Djarum, Achmad Budiharto, menambahkan bahwa hunian yang dibangun telah memenuhi standar kelayakan dan kesehatan.
Fokus bantuan RSLH Kudus ini tidak sekadar pada kekuatan struktur, melainkan juga mencakup kualitas sirkulasi udara, pencahayaan, hingga fasilitas sanitasi rumah. (adm/iza/rds)










