Kendal  

Penemuan Mayat Pria Misterius di Hutan Darupono Kendal, Polisi Duga Korban Sakit

Proses evakuasi pria meninggal dunia tanpa identitas dari tengah hutan dilakukan tim gabungan, Senin (27/4/20026).(Dok Pribadi)

KENDAL, Joglo Jateng – Warga Desa Darupono, Kecamatan Kaliwungu Selatan, Kabupaten Kendal, digegerkan dengan penemuan mayat seorang pria tanpa identitas di sebuah gubuk kawasan Hutan Petak 20 BPKH Boja, RPH Darupono, Senin (27/4/2026) sekitar pukul 09.30 WIB.

Kapolsek Kaliwungu AKP Nindya Putra Wahyu Nugroho mengatakan, korban pertama kali ditemukan oleh seorang warga bernama M. Ali Saifudin saat sedang beraktivitas di kebunnya yang berada di kawasan hutan tersebut.

Saat itu, Ali melihat seorang pria tergeletak di dalam gubuk miliknya dalam kondisi tidak bergerak. Setelah didekati, korban diketahui sudah meninggal dunia.

“Tubuh korban sudah dikerubungi semut, mengeluarkan bau tidak sedap, dan tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan,” ujar AKP Nindya.

Mengetahui hal tersebut, Ali kemudian memanggil rekannya, Sumianto, yang berada tidak jauh dari lokasi. Setelah memastikan kondisi korban, keduanya langsung melaporkan kejadian itu ke Polsek Kaliwungu.

Petugas kepolisian yang dipimpin Kanit Reskrim Polsek Kaliwungu segera mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan dan olah tempat kejadian perkara.

Karena lokasi berada di tengah hutan dengan akses yang sulit, proses evakuasi melibatkan tim gabungan dari PSC 119 Kabupaten Kendal, BPBD, serta Damkar Kabupaten Kendal.

“Kami berkoordinasi dengan sejumlah instansi untuk proses evakuasi. Lokasi cukup sulit dijangkau karena berada di tengah hutan dan harus melintasi dua aliran sungai,” jelasnya.

Dari hasil pemeriksaan awal, polisi tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Dugaan sementara, korban meninggal dunia akibat sakit.

Sementara itu, Ali mengaku pria tersebut sudah berada di sekitar kebunnya selama kurang lebih satu minggu. Namun, saat diajak berkomunikasi, korban tidak pernah memberikan respons yang jelas.

“Selama ini saya sering memberinya makan dan minum karena melihat kondisinya,” kata Ali.

Setelah proses evakuasi selesai, jenazah korban dibawa oleh tim PSC 119 Kabupaten Kendal ke RSUD dr. Soewondo Kendal untuk penanganan lebih lanjut dan proses identifikasi.

Hingga kini, identitas korban masih belum diketahui. Pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan dan mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga untuk segera melapor.(ags)