KUDUS, Joglo Jateng – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus bergerak cepat merespons ancaman abrasi parah yang menggerus tebing Sungai Kali Gelis di Desa Panjang, Kecamatan Bae. Langkah darurat penanganan Kali Gelis ini sangat krusial guna mencegah meluasnya kerusakan yang bisa mengancam keselamatan permukiman warga di sekitar bantaran.
Kerusakan infrastruktur berupa jebolnya talut dan sayap barat Bendung Kedunggupit ini merupakan efek domino dari bencana banjir bandang pada awal 2026 lalu. Arus deras yang turun dari lereng Pegunungan Muria memaksa aliran sungai berbelok ke sisi barat, sehingga memicu gerusan tanah yang masif.
Sekretaris BPBD Kudus, Syarif Hidayah mengungkapkan, taktik awal yang diterapkan oleh tim di lapangan adalah menormalisasi jalur air agar tidak lagi menghantam tebing.
”Aliran sungai kami arahkan kembali ke tengah palung agar gerusan di sisi barat bisa ditekan dan tidak semakin meluas,” ujarnya.
Kerahkan Alat Berat dan 60 Ton Material
Sebagai pertolongan pertama, tim gabungan telah menerjunkan alat berat jenis crane untuk memasang 60 jumbo bag. Kantong-kantong raksasa berisi material seberat 60 ton tersebut ditumpuk sebagai tameng darurat sekaligus penguat struktur tebing yang terdampak.
Operasi berat ini terselenggara berkat kolaborasi lintas instansi, termasuk dukungan dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Di luar pengerjaan fisik, para petugas juga berjibaku menyingkirkan tumpukan sampah, sisa kayu, dan semak liar yang menyumbat laju air.
”Penanganan tidak hanya fokus pada struktur, tetapi juga pembersihan area sungai agar aliran tetap lancar dan tidak menimbulkan masalah baru,” jelas Syarif.
Target Bangun Bronjong Permanen
Usai fase darurat ini tertangani, pemerintah daerah telah menyusun rancangan perbaikan permanen menggunakan konstruksi bronjong. Proyek fisik penahan tebing tersebut ditargetkan mulai dieksekusi pada Mei 2026 mendatang, dengan tetap mempertimbangkan kondisi cuaca dan debit air.
Syarif menegaskan bahwa percepatan mitigasi ini murni untuk menjaga keamanan dan ketenteraman masyarakat sekitar.
“Diharapkan kerusakan di Kali Gelis tidak semakin meluas. Selain itu, risiko terhadap permukiman warga dan lahan di sekitar bantaran sungai dapat diminimalkan, sehingga aktivitas masyarakat tetap berjalan aman dan normal,” pungkasnya. (adm/fat/rds)










