PEMALANG, Joglo Jateng – Pertunjukan seni budaya Tari Sintren sukses menyedot perhatian masyarakat saat dipentaskan di kawasan pejalan kaki Citywalk Pemalang, akhir pekan lalu.
Aksi tarian tradisional berbalut nuansa mistis ini turut disaksikan langsung oleh Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro, yang membaur bersama warga.
Tari Sintren sendiri merupakan kesenian kuno yang menampilkan seorang gadis dalam kondisi trance (tidak sadar). Tarian ini lekat dengan kisah cinta legendaris antara Sulasih dan Sulandono yang sangat familier di kalangan masyarakat pesisir Pantai Utara (Pantura).
Ruang Kreasi Seniman Muda
Kehadiran atraksi budaya di jantung kota ini sejalan dengan visi pemerintah daerah. Sejak awal diresmikan, ruang publik tersebut memang digagas untuk menampung kreativitas para pegiat seni lokal.
Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro mengungkapkan bahwa pihaknya mendorong penuh pemanfaatan fasilitas tersebut oleh kalangan anak muda agar wajah kota semakin hidup.

“Saya dorong penuh para anak muda dan seniman di Pemalang agar bisa berkegiatan di sana. Tetapi tetap menjaga dan tidak merusak atau mengotori fasilitas lingkungan,” ucapnya.
Sebagai area publik paling strategis di Pemalang, kawasan ini didesain sebagai tempat berkumpul yang nyaman. Oleh karena itu, kelestarian aset dan estetika fasilitas umum menjadi harga mati.
Syarat Mutlak Bebas Sampah
Melihat antusiasme warga yang begitu tinggi saat menonton Tari Sintren, Anom berharap ke depannya akan semakin banyak jenis kesenian yang unjuk gigi di Citywalk Pemalang.
Namun, ia menitikberatkan satu aturan utama bagi siapa pun yang menggunakan area tersebut, yakni kedisiplinan menjaga kebersihan.
“Harapannya bukan Sintren saja tetapi bisa banyak seniman lainnya berkreasi di sini. Tapi tolong sampah dibuang pada tempatnya agar tetap bersih,” tuturnya berpesan. (fan/ree/rds)










