KUDUS, Joglo Jateng – Pembangunan jembatan gantung program Prabowo Subianto di Dukuh Boto Lor, Desa Ngembalrejo, Kecamatan Bae, kini memasuki tahap akhir. Infrastruktur ini menjadi harapan baru bagi warga, terutama anak-anak sekolah yang selama ini harus menempuh jalur berisiko.
Jembatan ini dibangun sebagai jalur penghubung vital bagi warga, khususnya anak-anak sekolah dan pekerja yang selama ini harus memutar atau melewati jalan raya yang lebih berisiko.
Babinsa Desa Ngembalrejo, Charis menjelaskan, lokasi pembangunan dipilih berdasarkan kebutuhan mendesak masyarakat. Pemilihan lokasi tersebut karena menjadi salah satu akses penting untuk anak-anak sekolah agar tidak perlu melintas jalan raya.
“Sebelum pembangunan, kondisi akses di lokasi tersebut cukup terbatas dan menyulitkan mobilitas warga. Salah satu jalan tembus untuk masyarakat, khususnya anak-anak sekolah ke SMP terdekat, sebelumnya belum memadai,” jelasnya.
Jembatan gantung ini memiliki lebar sekitar 1,5 meter dan memang dirancang khusus untuk kendaraan roda dua dan pejalan kaki.
“Jembatan ini diperuntukkan hanya untuk sepeda motor, anak sekolah, dan ibu-ibu yang bekerja. Tidak untuk kendaraan roda empat atau besar,” terang Charis.
Dari sisi konstruksi, jembatan ini murni jembatan gantung. Hal ini disesuaikan dengan kondisi geografis Sungai Dawe yang rawan membawa material sampah.
“Ini masih finishing. Targetnya satu bulan harus selesai, tapi karena faktor cuaca dan material, bisa sedikit mundur,” katanya.
Kehadiran jembatan ini disambut antusias oleh masyarakat setempat. Kepala Desa Ngembalrejo, Zakaria, menyebut proyek ini sebagai jawaban atas kebutuhan lama warga.
“Alhamdulillah, ini sudah lama dinantikan. Sekarang akses ke pasar, masjid, sekolah, bahkan kuliah jadi lebih mudah,” ungkapnya.
Ia juga menjelaskan, pembangunan tidak hanya jembatan, tetapi juga perbaikan jalan di sekitarnya.
“Ini bukan hanya jembatan, tapi juga akses jalan sekitar 40 meter yang diperkuat,” katanya.
Pendanaan tambahan untuk infrastruktur pendukung berasal dari Pendapatan Asli Desa (PADes), mengingat dana desa difokuskan untuk kebutuhan lain. (uma/fat/rds)










