PATI, Joglo Jateng – Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pati tengah memperbaiki arah kiblat masjid maupun musala. Puluhan verifikator pun diterjunkan ke masjid maupun musala di 21 kecamatan.
Sebelum terjun ke lapangan, tim verifikasi arah kiblat dibekali dengan pelatihan sekaligus praktik pengukuran arah kiblat. Kegiatan ini bertujuan agar tim verifikator mempunyai standar pengukuran yang sama dan dengan akurat mengukur arah kiblat.
Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kemenag Pati, M. Ahsin menjelaskan, penyuluh agama Islam di 21 kecamatan se-Kabupaten Pati mengikuti praktik di Desa Gempolsari, Kecamatan Gabus, tepatnya di Masjid Roudhotul Jannah. Pelatihan ini merupakan lanjutan dari sesi teori yang sebelumnya telah dilaksanakan di kantor Kemenag.
“Kalau sebelumnya kita latihan teori dan perhitungan di kantor Kemenag, kini dilanjutkan dengan praktik langsung pengukuran di masjid,” ungkapnya.
Sementara itu, tutor kegiatan, Sanawi menekankan, tantangan utama dalam kegiatan falakiah adalah menjaga konsistensi. Ia menyebutkan, selain kemampuan teknis, semangat dan kemauan menjadi faktor penting bagi para verifikator.
“Selain melatih teknis, kami juga memotivasi peserta agar tetap semangat dan istikamah dalam menjalankan tugas,” terangnya.
Setelah pelatihan ini, para peserta akan diterjunkan ke masyarakat untuk melakukan verifikasi arah kiblat di masjid maupun musala di wilayah kecamatan masing-masing. Pada tahun ini, Kemenag Pati menargetkan sekitar 20 persen masjid di Kabupaten Pati telah diverifikasi arah kiblatnya.
Langkah ini diharapkan dapat memberikan rasa aman dan keyakinan bagi masyarakat dalam menjalankan ibadah salat. Selain itu, tim verifikator juga disiapkan untuk melayani permintaan pengukuran arah kiblat dari masyarakat melalui Kantor Urusan Agama (KUA) di masing-masing kecamatan. (lut/fat/rds)










