JEPARA, Joglo Jateng – Puluhan pelaku industri kecil menengah (IKM) mebel di Desa Tahunan tampak antusias mengikuti Pelatihan Digital Marketing di Balai Desa Tahunan, Senin (25/5/2026) hingga Selasa (26/5/2026). Kegiatan tersebut difokuskan pada penguatan kemampuan pemasaran dan pengembangan bisnis mebel melalui platform digital.
Dalam pelatihan, peserta tidak hanya dikenalkan pada penggunaan media sosial dan marketplace. Namun, mereka juga dibekali strategi membangun branding produk, membuat konten promosi yang menarik, hingga teknik menjalin komunikasi dengan calon pembeli secara daring.
Ketua Dekranasda Jepara, Laila Saidah Witiarso Utomo, membuka langsung kegiatan tersebut. Ia menekankan, pentingnya kemampuan digital marketing bagi pelaku usaha mebel agar mampu bertahan dan berkembang di tengah persaingan pasar yang makin ketat.
Menurutnya, kualitas mebel Jepara sudah dikenal luas, namun perlu didukung kemampuan pemasaran yang lebih modern. Hal itu agar produk lokal mampu menjangkau pasar nasional hingga internasional.
“Pelaku usaha sekarang tidak bisa hanya mengandalkan pemasaran konvensional. Harus mulai aktif memanfaatkan media sosial, marketplace, dan memperkuat branding digital,” ujarnya, Senin (25/5/2026).
Suasana pelatihan berlangsung interaktif. Para peserta terlihat aktif berdiskusi dan mengajukan berbagai pertanyaan seputar strategi pemasaran online yang efektif untuk produk mebel.
Banyak peserta mengaku pelatihan semacam ini membantu mereka memahami cara memperluas pasar. Terutama tanpa harus bergantung pada penjualan langsung.
Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Jepara, Isnan Haryoko mengatakan, pelatihan tersebut diharapkan mampu mendorong pelaku usaha kecil naik kelas. Ia berharap usaha mikro di sektor mebel bisa berkembang menjadi usaha besar, bahkan mampu menembus pasar ekspor.
Sementara itu, Kepala Bidang Perindustrian Disperindag Jepara, Dhaula Patta Raya turut mengenalkan program Kartu Mebel Jepara. Program ini menjadi bagian penguatan ekosistem industri mebel daerah.
Program hasil kolaborasi Pemerintah Kabupaten Jepara dengan Bank BPD Jateng itu diharapkan dapat mempermudah akses pengembangan usaha bagi pelaku industri mebel.
Salah satu peserta, Suhartono, pengusaha mebel sekaligus Ketua RW 6 Tendoksari dengan brand Jeparadeas, mengaku mulai merasakan pentingnya pemasaran digital untuk memperluas jangkauan pasar. Ia juga telah memiliki Kartu Mebel Jepara sebagai dukungan pengembangan usahanya.
“Dengan adanya pelatihan ini, saya makin siap menghadapi perubahan pola pemasaran. Sekaligus mampu memperkuat daya saing industri mebel Jepara di era digital,” tandasnya. (oka/gih/rds)










