Bupati Wonogiri Setyo Sukarno mengemukakan, telah mengembangkan sepuluh destinasi wisata dan event pariwisata. Pihaknya menargetkan kunjungan wisata sebesar 438.000 orang.
Selain itu, Wonogiri juga mengoptimalkan pengembangan kampung wisata dengan pencanangan 30 kampung wisata baru, serta pelatihan konten kreator.
“Dalam upaya mendorong pengembangan ekonomi syariah, kami juga akan menetapkan pariwisata ramah muslim,” lanjutnya.
“Serta menerbitkan 8.933 produk bersertifikat halal, juru sembelih halal, dan pembiayaan syariah sebanyak Rp 144 miliar,” imbuhnya.
Wali Kota Surakarta Respati Achmad Ardianto mengemukakan, demi mendukung program pariwisata di tahun 2027, dia mengajak kepala daerah yang hadir untuk menyusun Rencana Induk Pariwisata Solo Raya.
“Kami sangat siap dan kami ingin mengajak seluruh kepala daerah untuk berkomitmen bersama membentuk rencana induk pariwisata Solo Raya,” tuturnya.
Sedangkan dalam mendukung optimalisasi ekonomi syariah, Kota Surakarta sudah mengembangkan daerah Pasar Kliwon. Kota ini juga melakukan pengembangan spiritual tourism untuk optimalisasi Masjid Zayed.
Dukungan juga disampaikan Wakil Bupati Sukoharjo Eko Sapto Purnomo dengan penerbitan 22 Surat Keputusan (SK) Desa Wisata. Serta pembentukan lebih dari 400 sanggar kesenian dan kelompok kesenian yang tersebar di 12 kecamatan.
“Kami juga sudah punya Perda Pengembangan Pariwisata, hotel bintang lima, dan bintang tiga,” jelasnya. (hms/rds)










