SEMARANG, Joglo Jateng – Kondisi fisik mantan Bupati Pati, Sudewo, dilaporkan sempat drop tak lama setelah tiba di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I Semarang pada Jumat (5/6/2026) lalu.
Tekanan darah tersangka kasus dugaan korupsi bentukan KPK tersebut melonjak drastis hingga menyentuh angka 190 akibat kelelahan pascaperjalanan jauh dari Jakarta.
Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan Kelas I Semarang, Zove Ardani, mengatakan masalah kesehatan ini terdeteksi saat petugas medis rutan melakukan skrining kesehatan wajib bagi setiap tahanan baru yang masuk.
Otoritas rutan menduga ketidaknyamanan selama proses transit menggunakan kendaraan dinas KPK menjadi pemicu utama fluktuasi tensi darah sang mantan bupati.
“Ketika masuk ke sini, yang bersangkutan diperiksa kesehatannya, salah satunya tekanan darah. Saat itu angkanya sekitar 190,” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (10/6/2026).
Pihak rutan bergerak cepat memberikan penanganan medis dan pemantauan intensif guna menurunkan tekanan darah Sudewo ke batas aman. Berkat intervensi berkala dari tim kesehatan internal, kondisi fisik Sudewo saat ini dikabarkan berangsur-angsur mulai stabil.
“Mungkin saat perjalanan dari KPK menggunakan mobil, posisinya kurang nyaman. Namun saat ini sudah membaik, tekanan darahnya sekitar 170,” jelas Zove.
Selain kendala klinis, Sudewo kini harus mengisolasi diri secara sosial karena wajib menjalani masa pengenalan lingkungan (mapenaling) selama tujuh hari ke depan. Selama masa orientasi wajib ini, pihak rutan secara ketat memutus akses komunikasi tatap muka dengan pihak luar, termasuk menolak kunjungan dari anggota keluarga.
“Selasa (9/6/2026) sempat ada keluarga yang datang, tetapi kami belum bisa mengizinkan karena masih menjalani masa pengenalan lingkungan atau mapenaling selama tujuh hari,” katanya.
Untuk memulihkan kebugarannya, Sudewo diarahkan untuk mengikuti rutinitas aktivitas fisik ringan secara mandiri di bawah pengawasan petugas.
Setelah masa isolasi mapenaling rampung, tim pembinaan baru akan melakukan asesmen lanjutan guna menentukan penempatan kamar sel permanen yang berbaur dengan tahanan lain.
“Kegiatannya pagi hari olahraga. Kalau kondisinya kurang baik, paling sekadar menghirup udara segar atau berjemur, dan selama tujuh hari itu juga dilakukan asesmen,” urai Zove.
Pemindahan Sudewo ke Semarang sendiri merupakan tindak lanjut dari rampungnya penyidikan KPK pasca-operasi tangkap tangan di Pati pada 19 Januari 2026 lalu. Berkas perkara korupsi ini telah resmi dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Semarang guna bersiap memasuki meja hijau.
“Yang terbaru dipindahkan ke sini adalah tahanan bernama Sudewo. Pemindahan ini kemungkinan dalam rangka penitipan tahanan untuk kelangsungan proses persidangan selanjutnya,” ungkapnya. (hfh/gih/rds)










