KUDUS, Joglo Jateng – Mengusung semangat promotif dan preventif, Puskesmas Jati bergerak cepat mengaktifkan kembali Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis). Langkah ini diambil sebagai strategi matang untuk mengontrol angka penyakit tidak menular, khususnya hipertensi.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Puskesmas Jati, Wheni Prastianingsih, S.K.M., mengungkapkan, pihaknya sedang meneruskan kembali program Prolanis yang sempat mandek. Ini menjadi senjata utama Puskesmas Jati dalam merangkul penderita hipertensi.
“Sempat tidak berjalan optimal pada tahun lalu. Program ini kembali digalakkan sejak Maret hingga Juni ini, dan telah berjalan sebanyak empat kali,” ujar Wheni.
Adapun mekanisme pelaksanaan Program Prolanis di Puskesmas Jati meliputi pasien BPJS yang dikumpulkan dalam satu klub. Anggota setiap klub berjumlah 25 orang agar pemantauan lebih efektif.
Kendati demikian, Wheni menambahkan, kegiatan tersebut dilaksanakan satu bulan sekali. Rangkaian kegiatannya berupa senam bersama, edukasi kesehatan, pemeriksaan fisik, serta pemberian obat rutin.

Selain manfaat klinis berupa kesehatan yang terkontrol, program ini mendapat respons antusias dari para lansia karena menjadi ruang sosial untuk saling berbagi cerita dengan sesama anggota di faskes.
Melihat dampak positif yang nyata, Puskesmas Jati tidak ingin berhenti di satu klub saja. Mulai Juli 2026, program ini direncanakan akan merambah ke desa lain, dengan target awal di Desa Jati Kulon.
Untuk merealisasikannya, puskesmas akan mengoptimalkan peran bidan desa guna memetakan wilayah RW yang memiliki minimal 25 pasien hipertensi pemilik BPJS Puskesmas Jati. Target jangka panjangnya adalah membentuk klub Prolanis di setiap RW pada delapan desa di wilayah kerja Puskesmas Jati.
Wheni menegaskan, fokus utama puskesmas sebagai faskes tingkat pertama adalah kedekatan emosional dan pencegahan, agar kualitas hidup masyarakat meningkat dan penyakit kronis tidak memburuk.
“Lebih baik mencegah daripada mengobati. Harapan saya itu seperti itu ke depan. Makanya ini saya bentuk pelan-pelan,” pungkasnya. (cr1/fat/rds)










