Pati  

Harga Solar Nonsubsidi Naik, DPRD Pati Usulkan Skema BBM Khusus Nelayan

Anggota Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati, Mukit. (LUTHFI MAJID/JOGLO JATENG)

Mukit menilai solar khusus nelayan tersebut sangat diharapkan kehadirannya oleh para pencari ikan.

Pasalnya, jika masih memakai solar nonsubsidi dinilai sangat memberatkan, baik bagi pelaku usahanya maupun nelayannya.

“Karena sistem pembagian di kapal nelayan khususnya di Juwana ini adalah bagi hasil,” ucapnya.

“Kalau harga solarnya naik tinggi, otomatis menjadi tanggungan teman-teman nelayan,” imbuhnya.

Dirinya menambahkan, kenaikan harga solar sangat merugikan para nelayan.

Ia menyebut hampir 80 persen kapal-kapal nelayan di Juwana tak berangkat melaut karena imbas kenaikan harga solar.

Kondisi ini pun secara langsung berdampak terhadap hasil tangkapan ikan yang semakin berkurang di pasaran.

“Saya berharap pemerintah pusat bisa mengakomodasi aspirasi dari teman-teman nelayan untuk terealisasi adanya solar atau BBM khusus nelayan,” pungkasnya.

Menurutnya, banyak kapal yang belum melaut karena BBM naik cukup signifikan, sehingga dipastikan berdampak terhadap produktivitas perikanan daerah. (lut/fat/rds)