Selain itu, suara perempuan dianggap sangat menentukan masa depan sebuah keluarga.
Sebab, ibu adalah madrasah pertama bagi anak, sehingga perempuan harus keluar dari dogma lama di mana mereka hanya melulu mengurus urusan domestik rumah tangga.
“Perempuan yang melek politik, terdidik, dan punya adab yang baik, akan bisa mencetak generasi penerus yang memiliki kapasitas dan kualitas,” ujarnya.
Manfaat perempuan melek politik selain bisa berguna bagi diri sendiri, juga bermanfaat bagi keluarga dan masyarakat luas.
Perempuan yang paham politik akan lebih mengerti hak dan kewajibannya sebagai warga negara. Mereka juga berani berpendapat dan tidak mudah dimanipulasi.
“Perempuan yang melek politik bermanfaat bagi keluarga, dia bisa menyaring informasi dan melindungi keluarga dari hoaks,” terangnya.
Mereka mampu mengambil keputusan bijak dan mendidik anak agar menjadi warga negara yang baik.
“Berguna bagi masyarakat karena perempuan dapat mendorong pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan. Mereka juga bisa menjaga kerukunan meski beda pilihan, mencegah polarisasi serta bisa meningkatkan partisipasi masyarakat,” kata Rindu.
Dia menegaskan, melek politik bukan berarti perempuan harus terjun menjadi politisi.
Melek politik berarti memahami apa yang menjadi haknya dan berani menyampaikan kebutuhan masyarakat. Perempuan juga dituntut mampu memilih dan mengambil keputusan yang terbaik bagi keluarga. (mrn/ree/rds)










