Sebagai informasi, sebelumnya Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam kunjungan kerjanya ke Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Semarang I mengungkapkan apresiasinya. Kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Jawa Tengah dinilai masih tetap terjaga di tengah ketidakpastian kondisi global.
Purbaya menjelaskan mengenai APBD Jawa Tengah sepanjang Semester I-2026. Yaitu pos pendapatan daerah telah terealisasi sebesar 46,56 persen dari target yang telah ditetapkan dan tumbuh 13,33 persen secara tahunan (year-on-year).
Sementara itu, realisasi belanja negara mencapai 52,06 persen dari target yang ditetapkan pemerintah.
“Hal itu menunjukkan peran APBN yang tetap optimal dalam mendukung pembangunan dan pelayanan publik,” kata Purbaya, Jumat (3/7/2026).
Sementara pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah tercatat sebesar 5,89 persen, mencerminkan ketahanan ekonomi daerah. Ketahanan ini ditopang oleh aktivitas industri, perdagangan, serta berbagai program pemerintah yang mendorong produktivitas masyarakat.
Perbaikan kondisi ekonomi tersebut turut didukung oleh postur APBN yang semakin sehat seiring berkembangnya sektor industri di Jawa Tengah.
“Kami akan terus berkomitmen menjaga kesehatan fiskal, memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan. Serta mendorong berbagai kebijakan yang mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di Jawa Tengah,” pungkas Purbaya. (hms/rds)










