Jelang MTQ Nasional XXXI, Wali Kota Agustina Teguhkan Semarang Sebagai Kota Religius

SALAM: Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti saat menghadiri rangkaian Haul Sunan Pandanaran (Ki Ageng Pandanaran) 1448 Hijriah di Masjid Kompleks Makam Sunan Pandanaran, Minggu (5/7/2026). (HUMAS/JOGLO JATENG)

“Kami ingin para kafilah dan tamu yang datang ke Semarang tidak hanya merasakan pelayanan terbaik. Tetapi juga mengenal sejarah kota ini dan mengunjungi jejak perjuangan Sunan Pandanaran,” tegasnya.

“Serta merasakan kehidupan masyarakat yang menjunjung tinggi toleransi, budaya, dan nilai-nilai keagamaan,” tambahnya.

Rangkaian Haul Sunan Pandanaran diawali dengan tabur bunga di makam Ki Ageng Pandanaran pada Jumat (3/7/2026) lalu. Dilanjutkan Tawasul Akbar yang dipimpin Prof. Dr. Mustafid, dan ditutup dengan Kirab Budaya Ki Ageng Pandanaran pada Sabtu (11/7/2026) mendatang.

Seluruh rangkaian menjadi bagian dari upaya menjaga warisan sejarah, sekaligus memperkuat identitas budaya dan religius Kota Semarang.

Ketua Yayasan Sunan Pandanaran, Aris Pandan Setiawan menyampaikan, haul merupakan ikhtiar bersama untuk menjaga warisan perjuangan Ki Ageng Pandanaran. Hal ini juga bertujuan menanamkan nilai-nilai keteladanan kepada generasi penerus.

Ia turut mengapresiasi perhatian Pemerintah Kota Semarang yang terus mendukung pelestarian situs sejarah. Serta melestarikan tradisi keagamaan sebagai bagian dari pembangunan karakter kota.

Melalui Haul Sunan Pandanaran 1448 Hijriah, Pemerintah Kota Semarang ingin memastikan bahwa persiapan menuju MTQ Nasional XXXI tidak hanya diwujudkan melalui kesiapan penyelenggaraan. Tetapi juga melalui penguatan identitas Semarang sebagai kota yang maju, religius, berbudaya, dan setia menjaga warisan para pendirinya.

Dengan demikian, MTQ Nasional diharapkan menjadi panggung untuk memperkenalkan identitas tersebut kepada Indonesia. Bahwa Semarang adalah kota yang berhasil memadukan kemajuan pembangunan dengan kekayaan sejarah, budaya, dan nilai-nilai keislaman. (hms/gih/rds)