Sebaliknya, mereka harus mampu membaca peluang dan menentukan bidang usaha yang sesuai dengan kemampuan masing-masing.
Menurut Musthofa, keberhasilan dalam berbisnis tidak dapat diraih secara instan.
Ia mengingatkan anak muda agar tidak memiliki orientasi cepat kaya karena setiap usaha memerlukan proses panjang.
Proses tersebut biasanya diwarnai tantangan, kegagalan, hingga pengalaman yang menjadi bekal untuk berkembang.
“Jangan terlalu cepat ingin kaya. Dalam bisnis pasti ada proses, ada jatuh bangun. Ketekunan, kesabaran, dan keyakinan adalah modal utama. Soal modal uang justru bukan yang paling penting,” tegasnya.
Ia menilai banyak orang terlalu fokus mencari modal finansial, padahal modal terbesar justru terletak pada karakter dan semangat pelaku usaha.
Tanpa ketekunan dan kreativitas, bantuan modal sebesar apa pun tidak akan mampu menghasilkan usaha yang berkelanjutan.
Musthofa juga mengajak anak-anak muda berani menuangkan gagasan dan membangun kolaborasi.
Melalui Rumah Aspirasi yang ia dirikan, masyarakat, khususnya generasi muda, dipersilakan berdiskusi mengenai berbagai ide usaha maupun program pemberdayaan yang dapat diwujudkan bersama.
“Silakan datang membawa ide. Ajak teman-teman berdiskusi, nanti kita pikirkan bersama apa yang bisa dilakukan. Selama ada kemauan untuk berkarya, kami siap memberikan dukungan,” pungkasnya. (adm/rds)










