Jelang Masuk Sekolah, Penjualan Seragam di Pasar Johar Semarang Meroket Tajam, Segini Harga Setelannya

RAMAI: Suasana salah satu toko seragam di Pasar Johar yang ramai pembeli, Selasa (7/7/2026). (HAFIFAH NUR CHASANAH/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Suasana Pasar Johar Semarang semakin ramai dalam dua pekan terakhir. Orang tua bersama anak tampak berburu seragam sekolah untuk persiapan masuk sekolah, kondisi yang turut mendongkrak penjualan pedagang hingga 85 persen.

Lonjakan pembeli tersebut turut mendongkrak omzet pedagang. Sejumlah penjual mengaku pendapatan meningkat hingga 85 persen dibandingkan hari-hari biasa.

Mayoritas konsumen berburu seragam sekolah untuk jenjang SD, disusul SMP dan SMA.

Salah satu karyawan toko seragam di Pasar Johar, Shafa Elvetta, mengatakan keramaian sudah mulai terlihat sejak dua minggu terakhir. Menurutnya, orang tua sengaja berbelanja lebih awal agar tidak kehabisan ukuran maupun stok seragam.

“Untuk ramainya kita sudah sejak dua minggu yang lalu, sudah pada mulai mencari seragam. Cuma yang paling banyak ke sini itu rata-rata anak SD,” ujarnya saat ditemui di Pasar Johar, Selasa (7/7/2026).

Hal serupa dirasakan Sri Hidayati (63), pemilik Gerai Seragam Barokah. Ia menyebut penjualan di tokonya meningkat sekitar 15 hingga 20 persen sejak awal masa libur sekolah.

Sri memperkirakan jumlah pembeli masih akan terus bertambah hingga akhir pekan menjelang hari pertama masuk sekolah.

“Ini dari awal liburan sudah mulai ramai. Harapannya di minggu-minggu terakhir menjelang Senin nanti akan ada peningkatan pembeli lagi,” katanya.

Sejauh ini, perlengkapan yang paling banyak dicari adalah seragam standar berupa atasan putih dan bawahan model span (OSIS).

Tingginya permintaan membuat pedagang terus menambah stok agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi selama musim belanja perlengkapan sekolah.

Salah seorang orang tua siswa asal Jatingaleh, Fitri (43), memilih membeli kebutuhan sekolah anaknya lebih awal di Pasar Johar. Ia mengaku sengaja berbelanja sebelum masa masuk sekolah untuk menghindari antrean serta memastikan ukuran seragam masih tersedia.

“Aslinya mau nunggu beli besok karena mau ke sekolahan. Tapi aku tak cari dulu daripada nanti-nanti, mumpung masih ada uang sebelum sekolah dimulai Senin depan,” ujarnya.

Fitri mengeluarkan biaya sekitar Rp 492 ribu untuk membeli dua setel seragam bagi anaknya yang akan masuk SMKN 4 Semarang.

Menurutnya, meski harga di pasar relatif sama dengan pusat perbelanjaan lain, Pasar Johar tetap menjadi pilihan karena menawarkan stok yang lebih lengkap dan variasi ukuran yang lebih banyak.

“Mau di mal atau pasar sama saja, karena harganya juga pas nggak bisa nego, tapi di pasar pilihannya lebih banyak,” pungkasnya. (hfh/gih/rds)