KUDUS, Joglo Jateng – Pelepasan 2.274 mahasiswa KKN Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kudus Tahun 2026 ditandai dengan penyerahan bibit pohon. Penyerahan kepada perwakilan 12 kecamatan ini menjadi simbol dimulainya pengabdian yang berpihak pada masyarakat dan lingkungan.
Mahasiswa akan diterjunkan ke 162 desa atau kelurahan di Kabupaten Kudus dan Kabupaten Pati. Mereka bertugas untuk mengoptimalkan potensi desa sekaligus menginternalisasikan nilai-nilai ekoteologi.
Bibit pohon tersebut menjadi simbol bahwa mahasiswa KKN tidak hanya hadir untuk melaksanakan program pemberdayaan masyarakat. Tetapi juga menjadi penggerak kesadaran ekologis di desa-desa melalui implementasi konsep ekoteologi.
Konsep ini yakni memandang pelestarian alam sebagai bagian dari ibadah dan tanggung jawab manusia sebagai khalifah di bumi.
Rektor UIN Sunan Kudus, Prof. Dr. H. Abdurrohman Kasdi, Lc., M.Si. menegaskan, simbol penyerahan bibit pohon bukan sekadar seremoni. Melainkan amanah yang harus diwujudkan melalui aksi nyata selama pelaksanaan KKN.
“Melalui penyerahan bibit pohon ini, saya berharap mahasiswa menjadi inspirator di desa-desa untuk mengajak masyarakat menjaga kelestarian lingkungan,” ucapnya.
Ia menyebut, tokoh agama dan pendidik yang bergerak di bidang keagamaan memiliki andil besar. Utamanya dalam menanamkan kesadaran bahwa menjaga alam merupakan bagian dari pengamalan ajaran agama.
Rektor juga mengingatkan, mahasiswa merupakan duta UIN Sunan Kudus yang membawa nama baik almamater di tengah masyarakat.
Oleh karena itu, mahasiswa diminta mengoptimalkan potensi desa dan membangun kolaborasi positif dengan masyarakat sekitar. Mahasiswa juga diminta memanfaatkan media sosial secara cerdas untuk mempromosikan potensi lokal desa tempat mereka mengabdi.
“Explore potensi desa masing-masing. Angkat keunggulan desa melalui media sosial dengan narasi yang positif,” pesannya.
Ia mengingatkan agar mahasiswa tidak menyebarkan ujaran kebencian atau informasi negatif. Semua kegiatan difokuskan untuk mempublikasikan hal-hal baik agar potensi desa semakin dikenal dan memberi manfaat bagi masyarakat. (uma/fat/rds)










