Kudus  

Tekan Angka Stunting, Pemkab Kudus Gencarkan Kampanye Gemar Makan Ikan

TERANGKAN: Masyarakat, kader PKK, dan keluarga balita menjadi sasaran edukasi pentingnya konsumsi ikan sebagai sumber protein berkualitas untuk mendukung tumbuh kembang anak. (ADAMNAUFALDO/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Upaya menekan angka stunting di Kabupaten Kudus terus diperkuat melalui Safari Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan).

Kegiatan yang melibatkan masyarakat, kader PKK, serta keluarga balita itu menjadi sarana edukasi pentingnya konsumsi ikan sebagai sumber protein berkualitas untuk mendukung tumbuh kembang anak.

Anggota DPR RI, Hindun Anisah mengatakan, program Gemarikan rutin digelar sebagai bagian dari kerja sama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang menjadi salah satu mitra Komisi IV DPR RI.

Menurutnya, Indonesia memiliki potensi perikanan yang melimpah. Oleh karena itu, masyarakat seharusnya tidak kesulitan memperoleh ikan sebagai menu harian keluarga.

Ia mengajak masyarakat membiasakan mengonsumsi ikan sejak usia dini.

Kandungan protein dan asam lemak omega-3 pada ikan dinilai berperan penting dalam meningkatkan kualitas gizi, mencegah stunting, sekaligus mendukung perkembangan kecerdasan anak.

“Indonesia merupakan negara kepulauan yang kaya hasil perikanan. Karena itu, mari menjadikan makan ikan sebagai kebiasaan keluarga agar kebutuhan gizi anak terpenuhi dan angka stunting dapat ditekan,” ujarnya.

Hindun menambahkan, berbagai jenis ikan lokal memiliki kandungan gizi yang tidak kalah dengan ikan impor.

Salah satunya ikan kembung yang memiliki kandungan omega-3 tinggi, sehingga layak menjadi pilihan menu bergizi dengan harga yang lebih terjangkau.

Menurutnya, anak-anak yang kurang menyukai aroma ikan tetap dapat dikenalkan melalui berbagai olahan, seperti abon, bakso, maupun nugget ikan.

Kreativitas dalam mengolah bahan pangan dinilai menjadi kunci agar anak terbiasa mengonsumsi ikan tanpa merasa bosan.

Ia berharap kegiatan Gemarikan tidak berhenti sebagai seremoni semata, tetapi diikuti langkah nyata dari pemerintah daerah, dinas terkait, hingga pemerintah desa untuk terus mengampanyekan konsumsi ikan di lingkungan masyarakat.